Kamis, 16 Mei 2019 14:25 WIB

Orang Indonesia Sudah Mulai Lirik Mobil Hybrid, Hanya Saja....

Ruly Kurniawan - detikOto
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Semaraknya informasi dan produk tentang mobil hybrid membuat masyarakat Indonesia mulai memahami dan tertarik dengannya. Apalagi dewasa ini banyak produsen terkait yang membawa kendaraan rendah emisi tersebut, tak terkecuali Toyota.

Tetapi, masyarakat Indonesia masih enggan untuk menggarasikan mobil hybrid. Hal tersebut dikarenakan harganya yang masih mahal sebagaimana dipaparkan Executive General Manager Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto.

"Sejak kita perkenalkan mobil hybrid dari tahun 2007 lalu, terus ada pertumbuhan. Dengan hadirnya C-HR hybrid, kami harapkan pertumbuhan akan semakin signifikan. Saat ini pun cukup baik penerimaannya dan orang Indonesia dalam membeli hybrid memang karena sudut pandangnya karena sudah ingin mengurangi tingkat emisi," katanya di Jakarta, semalam (15/5/2019).


"Sebelumnya, orang Indonesia itu masih banyak sekali yang bertanya-tanya tentang baterai, resale value, limbah, kalau hujan bagaimana, dan sebagainya. Saat ini sudah cukup berkurang terlebih kita menambah warranty untuk baterai mobil hybrid," lanjut Soerjo.

Dikesempatan sama dirinya juga menyatakan sebenarnya tujuan Toyota Indonesia untuk membawa mobil hybrid adalah membentuk ekosistem kendaraan rendah emisi.

"Iya, kita tidak menargetkan penjualan hybrid sebenarnya. Tapi yang ingin kita capai adalah awareness konsumen terhadap mobil jenis ini. Kemudian bagaimana aranya mengurangi kekhawatiran mereka. Dan saat ini memang terlihat sudah cukup banyak yang acceptance tentang mobil hybrid," kata Soerjo.


Hanya saja, tambah dia, harga mobil hybrid masih mahal. "Contohnya adalah salah satu calon pembeli C-HR hybrid. Dia sebenarnya sudah pengen beli mobilnya, tapi bicara kepada saya bahwa ingin menunggu kebijakan pemerintah tentang kendaraan listrik dahulu. Sebab wacananya kan kendaraan rendah emisi termasuk hybrid bisa lebih murah harganya dengan skema baru nanti," tutupnya.



Tonton juga video Bus Listrik Tranjakarta Mejeng di CFD:

[Gambas:Video 20detik]

(ruk/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed