Senin, 13 Mei 2019 12:44 WIB

1 Hal yang Masih Dipikirkan Toyota soal Mobil Listrik

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Tren kendaraan baik roda empat maupun roda dua bertenaga listrik dianggap beberapa kalangan adalah sebuah keniscayaan. Hal yang pasti di masa depan. Namun Toyota masih memikirkan satu faktor lagi agar mereka nyaman mengeluarkan produk-produk bertenaga listrik, yakni masalah penerimaan masyarakat.

Presiden Toyota, Akio Toyoda meyakini untuk saat ini, mobil hybrid merupakan model bisnis yang paling valid saat ini, karena untuk mobil listrik murni butuh infrastrutur baru. Mobil hybrid tak butuh stasiun pengisian baterai listrik. Kalau pun habis baterainya, masih ada mesin bensin yang bisa membuat mobil melaju.



"Dalam pengenalan teknologi sel bahan bakar atau listrik, kami bertanya kepada diri kami sekali lagi mengenai apa yang harus kami lakukan. Kami kembali ke asal usul kami dan menemukan bahwa penerimaan masyarakat luas adalah jawabannya. Jika teknologi ramah lingkungan tidak mendapatkan penerimaan yang luas, teknologi itu tidak akan berkontribusi memperbaiki lingkungan planet bumi. Saat itu kita pahami, maka pola pikir yang baru diperlukan," ujar Toyoda seperti dilansir di situs Toyota, Senin (13/5/2019).

Karena itulah Toyota berupaya mendapatkan 'penerimaan' itu dengan mengenalkan terlebih dulu berbagai kendaraan komersial kepada pemerintah dan konsumen fleet mereka. "Kita tidak bisa hanya menjual mobil semata, tapi juga sistem yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dalam satu paket," ujarnya.

Toyota juga tidak pelit dan mau membuka paten mereka soal teknologi baru yang lebih ramah lingkungan yang bisa digunakan oleh 'teman' Toyota. "Daripada membangun tembok dalam paten-paten kami, lebih baik membuat paten itu terbuka dan membuat lebih banyak teman," ujarnya.

Wakil Presiden PT Toyota-Astra Motor Henry Tanoto menjawab pertanyaan detikcom soal mobil listrik mengatakan sebenarnya Toyota sudah memiliki rencana untuk merilis lebih dari 10 mobil listrik pada tahun 2020. Hal itu sudah dimulai di China dengan adanya C-HR listrik.



Dia menyambut langkah-langkah operator taksi seperti Blue Bird yang sudah mulai menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan operasional. "Jadi kami bisa melihat seperti apa mobil listrik di Indonesia," ujarnya.


(ddn/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com