Kamis, 09 Mei 2019 07:54 WIB

China Siap Gempur Negara Berkembang dengan Mobil Bekas

Luthfi Anshori - detikOto
Mobil-mobil China. Foto: Pool (Carscoops) Mobil-mobil China. Foto: Pool (Carscoops)
Jakarta - China resmi memulai program ekspor kendaraan bekas yang menargetkan sejumlah negara berkembang di Timur Tengah dan Afrika. Kementerian Perdagangan China punya harapan, program ini bisa mendorong perkembangan industri otomotif dalam negeri, sekaligus membantu meningkatkan volume perdagangan luar negeri.

Seperti dilansir dari chinadaily.com, penjualan mobil bekas di China tahun lalu menembus angka 13,82 juta unit, atau kurang dari setengah pengiriman kendaraan baru di negara itu.


Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Dealer Otomotif China, Luo Lei, mengatakan program ekspor bisa membantu meningkatkan volume dan sistem perdagangan kendaraan bekas di China.

"Ketika ekspor (mobil bekas) mulai (berjalan), permintaan (mobil bekas) di China juga akan semakin tumbuh," kata Luo. Luo mengatakan total 3,25 juta kendaraan bekas terjual pada kuartal pertama 2019 atau naik 2 persen dari tahun lalu.

Direktur Pelaksana Automotive Foresight Yale Zhang mengatakan sebagian besar pasar negara berkembang bisa menjadi tujuan ekspor kendaraan China, terutama di negara - negara Timur Tengah dan Afrika.

"Mobil baru biasanya terlalu mahal untuk masyarakat setempat. Kendaraan bekas yang lebih terjangkau akan membantu menyelesaikan mobilitas dan permintaan transportasi mereka," kata Zhang.


Zhang juga berkata produsen mobil China yang sudah membangun jaringan penjualan di luar negeri, dapat mengambil kesempatan ini dan mempercepat penetrasi pasar lokal dengan kendaraan bekas.

"Tapi mereka harus melakukan pekerjaan dengan baik dalam hal kualitas dan layanan. Jika tidak ditangani dengan benar, bisnis akan mempengaruhi reputasi merek China," pungkas Zhang.

Untuk memulai program ekspor kendaraan bekas ini, Pemerintah China melalui Kementerian Perdagangan akan memilih eksportir yang memenuhi syarat dan menunjuk agen dari pihak ketiga untuk menguji kendaraan bekas yang akan dijual ke pasar luar negeri. Ini untuk memastikan keamanan, kualitas, dan layanan purna jual produk tersebut. (lua/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya