Senin, 06 Mei 2019 11:47 WIB

Puasa Bikin Pengendara Lebih Sembrono?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Ibadah puasa dengan kondisi perut kosong kerap mempengaruhi perilaku pengemudi. Secara psikologis, berkendara saat puasa sering membuat mengemudi sembrono.

Setidaknya itu hasil studi yang dilakukan oleh Dr Annie Crookes dari Heriot-Watt University Dubai. Dia melakukan telah melakukan penelitian tentang efek puasa pada pengemudi.

"Ada ketidaksabaran psikologis pada saat (sebelum berbuka puasa) itu," katanya dikutip laman The National beberapa waktu lalu.



Katanya, orang-orang yang terburu-buru saat berkendara menjelang berbuka puasa berpikir mereka harus pulang tepat waktu sehingga bisa berbuka puasa di rumah. Keinginan psikologis itulah yang mendorong pengendara buru-buru sampai rumah.

"Pada akhirnya mengemudi semborono adalah karena pengemudi yang ceroboh, dan Ramadhan adalah alasan bagi sebagian orang," ujarnya.

Dr Crookes telah meneliti tentang efek puasa. Dia juga menemukan dua makalah di Uni Emirat Arab tentang puasa. Karya-karya terakhir termasuk bukti bahwa puasa mempengaruhi fungsi kognitif, dan ini memiliki efek langsung pada kemampuan mengemudi.



"Mereka menemukan dua hal yang relevan dengan mengemudi. Waktu reaksi Anda jauh lebih lambat, dan persepsi spasial Anda-yang tentu saja merupakan kunci untuk mengemudi-jauh lebih buruk," kata Dr Crookes.

Kata dia, kunci untuk mengemudi aman saat berpuasa adalah kesadaran. "Anda harus sadar bahwa Anda mungkin lebih gelisah, tubuh Anda sedang stres, jadi Anda cenderung bereaksi terhadap hal-hal negatif jauh lebih cepat dan Anda akan kurang sabar dengan orang-orang di jalan," ujarnya.

Maitha bin Adai, Kepala Eksekutif Badan Lalu Lintas Uni Emirat Arab, mengatakan konsentrasi cenderung turun ke minimum sesaat sebelum berbuka puasa. Hal itu mengakibatkan kecelakaan lebih sering karena kemampuan pengemudi lemah untuk mengambil keputusan tepat waktu.



"Pastikan Anda cukup istirahat sebelum mengemudi. Jika merasa lelah, mengantuk atau sering menguap, disarankan untuk istirahat," ujar Ms bin Adai.

"Jika maghrib azan berbunyi saat kamu sedang mengemudi, hentikan perjalananmu untuk berhenti untuk makanan ringan," katanya.

Pengemudi juga harus mencoba mengantisipasi gerakan tiba-tiba oleh orang lain, terutama pengendara sepeda dan sepeda motor.

"Mungkin faktor penyumbang kecelakaan selama Ramadhan adalah fakta bahwa pengemudi gagal menjaga jarak yang cukup antara kendaraan mereka dengan yang ada di depan," ujarnya. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed