Seperti yang disampaikan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir. Namun Nasir akui, lahirnya mobil listrik di Indonesia agak tertunda. Meski demikian Kemenristekdikti yakin Indonesia akan memiliki mobil listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah melakukan reverse engineringnya, tapi yang selama ini sudah dilakukan riset dan sudah diuji coba mobilnya (mobil listrik-Red), tapi bagi saya mobil tersebut masih high cost, masih memiliki biaya tinggi (produksi-Red)," tambah Nasir.
Dikesempatan yang sama, Muhammad Nasir juga mengatakan keunggulan mobil listrik, dibandingkan dengan mobil konvensional.
"Makanya saya selalu sampaikan pembandingnya, ada mobil dari Amerika yang pernah saya naiki sendiri. Bayangkan dia (mobil listrik-Red) bisa digunakan hingga jarak 450 km dengan kecepatan bisa 150 km/jam dan baterai-nya dia charge satu hari semalam itu hanya 5 sampai 6 jam. Artinya apa, mereka sudah luar biasa bisa digunakan 450 km, kalau itu digunakan taksi di Jakarta, udah sampai capek-lah itu," katanya. (lth/lth)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu