Anggapan tersebut juga merembet ke mobil bekas bermerek Nissan. Harga jual kembalinya turun dibandingkan mobil merek Jepang lain seperti Toyota ataupun Daihatsu.
"Masalahnya di benak orang-orang kalau beli mobil Nissan itu mahal," ujar Senior Marketing Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua mobil Jepang, Amerika, atau Eropa sekalipun kalau kita servis ke bengkel resmi ya mahal. Tapi kalau ke bengkel biasa, untuk mereka yang udah ngerti misalkan Nissan bengkelnya di mana itu murah juga," sebut Herjanto.
Nissan sendiri pernah menampik kalau biaya servis mobilnya mahal. Menurut Nissan, harga servis yang tertera di bengkel sama dengan pabrikan lainnya.
"Kita khawatirkan itu cuma persepsi ya. Seperti spare part mahal atau susah dicari kan realitanya nggak gitu. Jadi kita khawatir cuma persepsi aja," kata Head of Communication Nissan Motor Indonesia Hana Maharani.
Servis mobil ke bengkel resmi memang dianjurkan oleh para pabrikan. Karena jika nantinya ada kerusakan, bengkel tersebut bisa diminta pertanggung jawaban.
Namun tidak dengan ke bengkel umum. Meski bisa melakukan servis laiknya bengkel resmi, namun pabrikan tak akan bertanggung jawab jika kerusakan terjadi di luar pengerjaan bengkelnya.
Tonton juga video Dinilai Mirip Xpander, Nissan Tak Mau Asal Hadirkan All New Livina:













































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas