Rabu, 17 Apr 2019 18:36 WIB

Toyota Jual Teknologi Mobil Listrik ke Perusahaan China

Rizki Pratama - detikOto
Toyota hybrid. Foto: detikOto Toyota hybrid. Foto: detikOto
Beijing - Toyota Motor Corp telah menyetujui penjualan teknologi mobil listriknya ke perusahaan startup China, Singulato. Teknologi ini akan membantu menumbuhkan perusahaan kecil tersebut untuk mempercepat pengembangan mobil lisriknya.

Sebagai imbalannya, Toyota akan memiliki hak preferensi untuk membeli 'mobil hijau' yang akan dihasilkan Singulato di bawah sistem kuota baru China untuk kendaraan all-electric dan plug-in hybrid.

Langkah ini juga akan memberikan Toyota untuk melihat bagaimana strategi dan cara kerja perusahaan mobil listrik China dalam mendapatkan pasarnya.



"Dengan elektrifikasi, mobil otonom dan car-sharing mengguncang industri, cara lama perlu dikaji lagi. Kita memimpin sejauh satu abad dalam teknologi otomotif, tapi kita perlu humble untuk belajar dari pendatang baru," ujar sumber dari Toyota yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Reuters.

Singulato akan mendapatkan izin untuk menggunakan desain mobil listrik Toyota untuk mobil mini bertenaga baterai. Kesepatakan ini secara publik diumumkan di Shanghai Auto Show bersamaan dengan mobil konsep yang akan ditampilkan pada pameran tersebut.

Singulato akan merancang ulang desain yang didapat dari Toyota untuk disesuaikan dengan selera pasar setempat sebelum dilepas pada tahun 2021 dengan harga yang terjangkau.

"Kesepakatan ini menghemat waktu dan biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi mobil listrik yang layak," ujar Shen kepada Reuters.



Angka-angka mengenai persetujuan atas langkah ini belum dipastikan dan diungkapkan oleh kedua pihak. Namun Sumber di Singulato mengatakan, mereka setuju untuk membayar puluhan juta dolar untuk desain eQ.

Kata Shen, perjanjian tersebut adalah mosi dipercaya oleh Toyota terhadap prospek Singulato. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2014 dan didukung oleh Intel Corp dan perusahaan dagang Jepang Itochu Corp. Singulato adalah salah satu dari setidaknya 50 startup EV Cina yang berusaha bertahan di pasar yang kompetitif.

Mereka berencana untuk menjual mobil listrik baterai pertama yang dikembangkan sendiri dengan nama iS6 tahun ini. Mobil tersebut akan bersaing dengan model-model dari perusahaan startup lainnya seperti Nio dan WM Motor serta dari produsen mobil global. (rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed