Selasa, 16 Apr 2019 17:29 WIB

Honda Mobilio Belum Juga 'Pulih'

Dina Rayanti - detikOto
Honda Mobilio tahun 2019. Foto: Ruly Kurniawan Honda Mobilio tahun 2019. Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta - Tak semua mobil berwajah baru secara langsung meningkatkan penjualan. Honda Mobilio buktinya. Meski dipercantik dengan sedikit sentuhan pada bagian eksterior, penjualan Mobilio stagnan bahkan cenderung menurun.

Tercantum dalam data distribusi wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Honda Mobilio tak menunjukkan kenaikan yang signifikan. Tahun 2018, Mobilio berwajah lawas dapat didistribusikan Honda sebanyak 24.374 unit. Artinya kalau dirata-ratakan, sekitar 2.032 unit Mobilio dikirim Honda ke seluruh dilernya yang tersebar di Tanah Air.


Masuk ke tahun 2019, di bulan perdananya angka distribusi Mobilio bertampang baru justru menurun tipis. Tampak pada Februari 2019, hanya 2.026 unit Mobilio terdistribusi. Kemudian sebulan setelahnya justru malah semakin turun menjadi 1.558 unit saja.

Jika ditotal dan kemudian di rata-rata maka dalam dua bulan tahun 2019, Mobilio hanya terdistribusi sebanyak 1.792 unit. Honda memang tak banyak melakukan pada Mobilio yang disebutnya model baru ini. Pada sektor ekterior, Mobilio ditambahkan Headlamp Projector LED dengan DRL, pelek 15 inchi two tone berdesain baru, dan spoler di depan serta belakang. List krom juga nampak diperbayak sehingga menambah kesan elegan nan sporty.

Sedangkan bagian interiornya, Mobilio mengganti headunit dengan 6.2 inchi yang didukung Hands Free Telephone, Bluetooth Connection, Rear Camera serta pemutar CD & DVD. Dashboard juga diubah dengan nuansa hitam dan ivory (two-tone).

Penjualan Mobilio sendiri memang cukup terganggu sejak kedatangan kompetitor baru. Seperti diketahui, Mobilio memiliki enam kompetitor yang turut mengisi segmen Low MPV yakni Avanza, Xenia, Xpander, Ertiga, Confero, dan yang terbaru Livina.


Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy menganggap penjualan menurunnya penjualan Mobilio wajar.

"Karena kan sekarang kita bukan leader untuk konsumen trend seeker lagi, itu sudah empat tahun lalu. Nanti mungkin beberapa tahun ke depan yang baru-baru saat ini juga akan mengalami hal sama," kata Jonfis akhir Februari lalu. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com