Selasa, 09 Apr 2019 19:38 WIB

Honda Angkat Kaki dari Inggris

M Luthfi Andika - detikOto
Pabrik Honda di Inggris memproduksi Civic. Foto: Honda Pabrik Honda di Inggris memproduksi Civic. Foto: Honda
London - Efek Brexit (keluarnya Inggris dari Uni Eropa) makin menjalar efeknya ke industri mobil di Inggris. Honda memutuskan menutup pabrik mereka di Swindon Inggris pada 2021 mendatang.

Pabrik saat ini memproduksi 150.000 kendaraan per tahun dengan jumlah karyawan mencapai 3.500 orang. Honda mengatakan keputusan ini mereka ambil karena Honda ingin mempercepat produksi mobil listrik yang permintaannya terus meningkat di dunia. Tantangan industri mobil listrik ini harus memaksa Honda merevisi operasi manufaktur globalnya, dan fokus di wilayah yang memiliki volume produksi tinggi.



Dalam restrukturisasi itu, Honda Inggris tidak masuk daftarnya, sehingga pabrik harus dicoret. Honda akan melakukan pendampingan bagi pekerjanya sampai beberapa bulan ke depan.

Presiden Honda Motor Eropa Katsushi Inoue mengatakan keputusan ini merupakan keputusan sulit yang harus diambil Honda. "Kami harus mengambil keputusan sulit, bukan keputusan yang ringan, dan kami sangat menyesalkan betapa tidak enaknya pengumuman ini untuk orang-orang kami," ujarnya.

Pemerintah Inggris pun angkat suara mengenai rencana Honda ini. "Keputusan itu adalah keputusan yang menghancurkan untuk Swindon dan Inggris," ujar Menteri Bisnis Inggris Greg Clark seperti dikutip dari New York Times.




"Berita itu merupakan pukulan pahit bagi ribuan staf yang terampil dan berdedikasi yang bekerja di pabrik, keluarga mereka dan semua yang dipekerjakan dalam rantai pasokan," tambah Crag.

Selain itu, Justin Tomlinson dan Robert Buckland, dua anggota Parlemen wakil daerah Swindon mengatakan mereka telah melakukan kontak dengan Honda. Mereka 'kecewa dan terkejut' pabrik itu akan berhenti operasi dalam dua tahun.

"Honda telah memberi tahu kami bahwa mereka akan berkonsultasi dengan semua staf dan tidak ada kemungkinan akan ada kehilangan pekerjaan atau perubahan produksi hingga 2021," tambah Justin.



Namun Justin dan Robert juga menyatakan dalam pernyataan, langkah Honda ini tidak hanya terjadi di Inggris. "Semua produksi pasar Eropa sedang dikonsolidasikan ke Jepang, asal perusahaan ini. Mereka mengatakan produksi di Turki juga akan terpengaruh," katanya.

Dan langkah Honda ini mengikuti perusahaan lain yang telah berhemat dalam menghadapi pasar yang lesu, regulasi lingkungan yang lebih keras, dan tantangan dari perusahaan teknologi yang mengantongi izin produksi mobil listrik dan otonom. (lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed