Minggu, 07 Apr 2019 07:18 WIB

Toyota Mulai Terganggu dengan Mobil China?

Dina Rayanti - detikOto
Toyota. Foto: Ari Saputra Toyota. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Mobil China kembali mengisi pasar otomotif Indonesia sejak pertengahan 2017. Kala itu, comeback mobil China ditandai dengan kehadiran Wuling lewat Low MPV perdananya Confero pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017.

Setahun setelahnya menyusul Dongfeng Sokonindo (DFSK). Sama dengan Wuling, DFSK juga terlihat 'niat' jualan di Tanah Air karena turut membangun pabrik di kawasan Cikande, Tangerang. Meski jualannya belum mampu melampaui produsen Jepang, mobil-mobil China tak bisa dipandang sebelah mata.


Toyota misalnya sudah mulai sedikit terganggu dengan kehadiran para produsen China ini.

"Kalau lihat dari total market, total market kan growth 7 persen, kan kita punya share turun berarti growth kita nggak terlalu bagus. Kalau bandingin 2018 kan kita jual rata-rata 30.000-an per bulan kalau sekarang Q1 jualan kita hanya 26.000an turun 4.000 unit," ungkap Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto.

Tak hanya terpaku pada satu model. Pabrikan China mulai agresif menawarkan produk-produknya untuk berebut hati masyarakat di Indonesia.

Wuling misalnya dalam kurun waktu 1,5 tahun telah memiliki empat model mulai dari MPV, SUV, hingga mobil komersial pun ditawarkan. Wuling juga turut melebarkan sayapnya dengan terus membangun seluruh jaringan diler yang tersebar di seluruh Indonesia.


Begitupula DFSK, belum genap setahun merilis mobil awal Maret 2019 produsen mobil China itu telah mengenalkan SUV keduany DFSK Glory 560 dengan harga lebih terjangkau. SUV ini membidik pasar Rush-Terios hingga merayu para pengguna Low MPV agar berpindah.


(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com