Jumat, 29 Mar 2019 19:31 WIB

Toyota Mau Populerkan Sedan Kembali?

Ruly Kurniawan - detikOto
Toyota Camry Foto: Toyota Toyota Camry Foto: Toyota
Jakarta - Wacana harmonisasi PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) membuka kesempatan industri otomotif Indonesia dapat melakukan ekspor sebesar-besarnya. Sebab, pengenaan pajak PPnBM tak lagi berdasarkan kubikasi mesin (CC) melainkan tingkat emisi yang dikeluarkan.

Hingga pada akhirnya, pengenaan pajak mobil model sedan akan lebih ringan dibanding saat ini. Dengan pajak yang lebih murah, harga mobil sedan akan lebih murah dan lebih banyak dibeli orang. Jika sudah dibeli orang, dan volume penjualannya besar, produsen pun takkan ragu untuk membuat mobil sedan di Indonesia.



Produksi di Indonesia pastinya akan membuka peluang pabrikan otomotif dalam negeri untuk menjadi basis ekspor mobil sedan ke berbagai negara seperti Australia, yang memang digadang-gadangkan akan jadi target ekspor mobil rakitan Indonesia.

Lantas apakah dengan begitu Toyota Indonesia bakal kembali mempopulerkan sedan? Mengingat hanya Vios saja saat ini yang diproduksi dalam negeri. Toyota Altis dan Camry masih didatangkan dari Thailand.

"Ya kalau produksi sedan model lain (selain Vios) dari produksi selalu memikirkan untuk bisa. Tapi semua kembali kepada volume dan lain-lain," jawab Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, Henry Tanoto di sela-sela peresmian Toyota Driving Experience, Jakarta, Jumat (29/3/2019).

Memang Henry belum ingin memaparkan secara jelas tentang ambisi Toyota Indonesia untuk menggarap mobil sedan dan menghidupkannya kembali di dalam negeri. Namun bila berbicara kemungkinan, hal itu selalu ada.



"Pemerintah kan memang sedang bahas masalah harmonisasi tax yang CO2 (berdasarkan emisi) itu. Di dalamnya, ada juga program LCEV (Low Carbon Emission Vehicle) yang dibahas. Kami sedang tunggu pastinya seperti apa, namun memang ada rencana pajak sedan itu akan sama dengan mobil lainnya. Informasi ini masih harus kita cek ulang dahulu," kata dia.

Di kesempatan berbeda, Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto sempat menyatakan bahwa besar kemungkinan untuk pihaknya menambah produksi sedan di dalam negeri. Hal ini ada kaitannya dengan ambisi Toyota Indonesia untuk menggarap pasar otomotif Australia.

"Kita lihat kesempatan ekspor ini sudah sejak kunjungan presiden ke Australia. Waktu itu ditantang, menggarap pasar Australia salah satunya dari industri otomotif," jelas Soerjo.




"Karena di Australia pasarnya sedan. Selama ini Indonesia MPV terus, tapi tidak memikirkan pasar ke luar. Ini sebabnya dimasukkan untuk mendapatkan basis produksi ini. Tujuannya agar tidak ketergantuan sama dolar AS, malah kita dapatnya dollar nanti," tambahnya.



Simak Juga 'Toyota Supra Terbaru Akhirnya Resmi Mengaspal':

[Gambas:Video 20detik]

(ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com