Selasa, 26 Mar 2019 17:19 WIB

Mobil Amerika Mulai Kehilangan Pamor di RI?

Dina Rayanti - detikOto
Chevrolet. Foto: Ari Saputra Chevrolet. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kalau melihat mobil Jepang di hampir seluruh jalanan Indonesia mungkin sudah menjadi pemandangan umum bagi warganya. Wajar saja penjualan mobil di Tanah Air didominasi oleh pabrikan Jepang. Sebenarnya di Indonesia tidak hanya pabrikan Jepang yang menawarkan mobilnya.

Tercatat merek-merek mobil asal Korea Selatan, Amerika Serikat, Eropa, Malaysia pun ikutan bertaruh di tengah sengitnya persaingan mobil Tanah Air. Bahkan tahun 2017, produsen mobil China yang sempat datang kemudian pergi, memutuskan kembali bersaing dengan para kompetitornya di sini pada pertengahan 2017.


Ada yang bertahan, namun ada juga yang tak sanggup melawan kuatnya dominasi mobil Jepang di Indonesia. Mobil Amerika misalnya. Kalau dulu beberapa merek mobil Amerika sempat menghiasi jalanan Indonesia, kini tersisa Chevrolet dan Jeep.

Seperti diketahui sebelumnya Ford dan Chrysler juga ikutan berkecimpung di pasar otomotif Indonesia. Namun keduanya terpaksa angkat kaki karena penjualan yang kurang memuaskan. Sedangkan Chevrolet masih kuat bertahan di tengah serangan model baru yang dirilis pabrikan Jepang hingga China. Jeep sendiri baru-baru ini diambil alih oleh PT Hascar sehingga bisa kembali berjualan di Tanah Air.

Secara penjualan, Chevrolet memang tak secemerlang mobil Jepang. Tercatat dalam data wholesales Gabungan Industri Kendaaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Chevrolet paling tinggi bisa mengirimkan 15.649 unit pada tahun 2013.


Padahal sebelumnya, Chevrolet tak pernah mendistribusikan lebih dari 10.000 unit mobil ke diler-dilernya. Penjualan Chevrolet pun naik turun setelahnya namun tak lagi bisa mencapai belasan ribu unit dalam kurun waktu satu tahun.

Chevrolet pun harus menerima kalau produsen mobil China yang baru datang tahun 2017 bisa membukukan penjualan lebih banyak. Sepanjang tahun 2018 misalnya, Chevrolet hanya menduduki tempat ke-14 merek mobil terlaris di Indonesia. Sedangkan Wuling yang terhitung sebagai pendatang baru sudah duduk di tempat kesembilan.


Padahal di China, Wuling dan Chevrolet bersatu di bawah naungan General Motors. Namun untuk di Indonesia keduanya memiliki corong bisnisnya masing-masing.

Memasuki tahun 2019, Chevrolet belum membaik. Bahkan posisi penjualan secara wholesales harus turun ke posisi 15 dengan total distribusi 292 selama dua bulan. Angka tersebut turun tipis dari tahun sebelumnya yang mencapai 329 unit. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed