ADVERTISEMENT
Kamis, 21 Mar 2019 14:41 WIB

Kemenperin Keluarkan Aturan Pelumas SNI, Ini Kata Produsen

Mustiana Lestari - detikOto
Foto: Dok. Pertamina Foto: Dok. Pertamina
Jakarta - Kementerian Perindustrian telah mengeluarkan aturan SNI Wajib Pelumas kendaraan bermotor yang berlaku efektif September 2019 nanti. Menyikapi hal tersebut, PT Pertamina Lubricants mendukung penuh penerapan standardisasi produk dan penggunaan produk bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Dengan semakin banyaknya pelumas bersertifikat SNI maka perlindungan konsumen semakin terjamin juga karena mutu pelumas yang beredar bisa lebih terkontrol dan pelumas palsu atau pelumas berkualitas rendah bisa semakin ditekan jumlahnya," ungkap Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants, Andria Nusa dalam keterangan tertulis, Kamis (21/3/2019).


Selanjutnya, dia menilai kontrol kualitas pelumas juga semakin baik juga sebagai jaminan bagi produsen untuk berinvestasi karena persaingan yang sehat.

"Kami sudah menerapkan SNI di berbagai produk pelumas otomotif. Ini merupakan komitmen perusahaan untuk secara konsisten memberikan produk dengan kualitas terbaik untuk konsumen Indonesia dan juga memiliki competitive advantage ketika bersaing di pasar global," tandasnya.

Saat ini, Pertamina Lubricants terus mendaftarkan produk-produknya ke Balai Sertifikasi Industri (BSI) untuk memperoleh SPPT SNI (Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI). Perusahaan berhak untuk mencantumkan logo SNI (Standar Nasional Indonesia) pada setiap kemasan produknya.


Sampai saat ini, Pertamina Lubricants telah proaktif mensertifikasikan SNI pada produk pelumas unggulannya sejak tahun 2013. Pertamina Lubricants sudah mengantongi sertifikasi SNI untuk berbagai varian produk pelumas di segmen otomotif dan industri termasuk Fastron, Prima XP, Enduro 4T, Meditran SX dan Turalik dan masih banyak lagi.

Menurut pihaknya, penerapan SNI Wajib karena memiliki tujuan. Pertama, Pertamina Lubricants mengedepankan kepentingan konsumen dan masyarakat Indonesia dengan memastikan bahwa mutu dan kualitas pelumas Pertamina telah memenuhi Standar Nasional Indonesia dan diakui secara internasional.

Selain, SNI juga dapat meningkatkan daya saing lokal serta mematangkan strategi perusahaan dalam menghadapi MEA dan persaingan bisnis secara global, Penerapan SNI wajib ini juga akan mendorong Pertamina Lubricants untuk terus melakukan kontrol dan evaluasi kualitas produk dengan ketat untuk memberikan produk yang prima dan juga untuk melindungi konsumen dari produk pelumas tidak beridentitas ataupun palsu.

Dia melanjutkan, konsumen merupakan bagian dari advocacy perusahaan yang telah memberikan kontribusi pertumbuhan luar biasa untuk industri pelumas, khususnya Pertamina Lubricants di Indonesia. Dengan adanya SNI, konsumen memiliki panduan dalam memilih produk di tengah banjirnya produk pelumas impor dan produk lokal.



Pelumas Pertamina ditunjang dengan sumber daya baik human capital, technology, knowledge, financial, production facility dan R&D yang andal, produk Pelumas Pertamina telah mendapatkan pengakuan dari dunia internasional baik berupa Approval dari badan-badan uji pelumas International seperti API, ACEA, JASO, dari Original Engine Manufacturer (OEM).

Pertamina Lubricants juga merupakan technical partner pabrikan Super Car ternama Automobile Lamborghini. Selain itu, produk pelumas Pertamina seperti Fastron Synthetic Oil sudah bersertifikasi API SN dan ILSAC GF5 yang merupakan sertifikasi API SN (American Petroleum Institiute) terbaru untuk motor oils.

Sertifikat GF-5 diberikan langsung oleh ILSAC, yakni International Lubrication Standard and Approval Committee yang merupakan gabungan para pabrikan mobil dunia. GF-5 mensyaratkan kemampuan-kemampuan atau aspek baru tentang performa pelumas yang sebelumnya tidak disyaratkan. (mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com