Senin, 11 Mar 2019 17:55 WIB

Proton: Kami Masih Eksis di Indonesia

Dina Rayanti - detikOto
Proton. Foto: Dina Rayanti
Jakarta - Merek mobil asal Malaysia Proton sudah jarang terlihat memiliki aktivitas di pasar otomotif Indonesia. Proton terakhir meluncurkan mobilnya di Indonesia pada Februari 2017 lewat hatchback Iriz. Kemudian setelah itu Proton tak lagi menunjukkan aktifitasnya.

Meski begitu, Proton menegaskan keseriusannya berkecimpung di jagat otomotif Tanah Air dan menyebut Indonesia merupakan pasar penting bagi Proton. Proton pun berjanji tak akan meninggalkan konsumen Indonesia meskipun jarang meluncurkan mobil baru.


Bicara soal servis, Proton masih secara aktif menerima perawatan mobilnya di 23 bengkel yang tersebar di seluruh Indonesia. Ketersediaan suku cadang pun disediakan oleh Proton sesuai dengan kebutuhan konsumen di Indonesia.

"Sebagai pasar otomotif terbesar di kawasan ASEAN, Indonesia merupakan negara yang vital bagi pertumbuhan penjualan Proton. Perubahan bisnis kami tidak membuat kami menghentikan untuk mendatangkan mobil baru seperti Proton X70 di masa depan," ujar Director of International Sales for Proton Steven Xu dalam siaran persnya seperti diterima detikcom, Senin (11/3/2019).

"Kami saat ini sedang melakukan pembicaraan dengan distributor setempat untuk membantu mengembangkan bisnis serta mendapatkan konsumen yang potensial," sambung Steven.

Proton memang diketahui tengah merestrukturisasi bisnisnya usai 49,9 persen sahamnya diakuisisi raksasa otomotif China Geely sejak 2017. Proton berharap bisa bergerak lebih agresif baik di pasar domestik maupun mancanegara. Proton pun berencana untuk merilis 400.000 unit mobil pada tahun 2027 dimana mayoritas difokuskan pada pasar ekspor.


Untuk jangka panjang, Proton berniat untuk bisa menjadi merek terbesar ketiga di kawasan ASEAN. Sebagai catatan, tahun 2018 ekspor Proton meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Proton mengerti ada beberapa pihak yang prihatin akan restrukturisasi ini. Namun kami ingin memastikan kepada semua konsumen dan partner kerja di Indonesia kalau Proton tak akan meninggalkan Indonesia serta bakalan lebih menonjol dari sebelumnya," pungkas Steven. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com