Selasa, 05 Mar 2019 13:20 WIB

Lipsus

Satu Langkah Lagi Nuklir Bisa Masuk ke Ranah Otomotif

Ridwan Arifin - detikOto
Staf Batan melihat reaktor nuklir untuk riset di Gedung Batan, Tangerang Foto: Grandyos Zafna Staf Batan melihat reaktor nuklir untuk riset di Gedung Batan, Tangerang Foto: Grandyos Zafna
Tangerang - Tenaga nuklir masih menjadi isu kontroversial di dunia, meminjam pepatah bak pisau bermata dua, selain memiliki dampak kerusakan yang dahsyat namun bila dikelola dengan baik dapat memberikan banyak manfaat. Tidak terkecuali di dalam industri otomotif.

Mantan Kepala Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan) Djarot Sulistio Wisnubroto tidak menampik bila nuklir digunakan pada kendaraan bukanlah suatu hal yang mustahil.

"Secara teoritis memungkinkan, nuklir menghasilkan energi dan hal itu sudah dipraktikkan," buka Djarot kepada detikOto di Gedung Batan, Tangerang, Banten.

Bicara keuntungan, kata Djarot, setidaknya ada dua hal yang didapat dari kendaraan yang menggunakan reaktor nuklir, yakni menghasilkan emisi gas buang yang hampir nol dan tenaga yang dihasilkan dari reaksi nuklir sangat besar.



Namun tidak mudah membalikkan tangan, berita buruknya masyarakat masih khawatir bila terdapat reaktor nuklir di dalam kendaraan. Pun demikian dengan keamanannya, saat ini belum tercipta reaktor yang bisa digunakan pada kendaraan.



"Satu step lagi baru bisa ke ranah otomotif," ujar Djarot yang sekarang menjabat Peneliti Senior di Batan

Ia mengatakan reaktor riset yang berdiri di Serpong, Tangerang saja butuh lahan luas untuk bisa dikonversi menjadi teknologi. Permasalahannya berada pada pelindung, belum ditemukan pelindung yang tipis dan menjamin tidak terjadi kebocoran, apalagi di kendaraan yang memiliki tingkat risiko kecelakaan yang tinggi di jalan.

Reaktor nuklir di BatanReaktor nuklir di Batan Foto: Grandyos Zafna


"Saat ini saja yang berdiri butuh perisai yang besar meski reaktornya menghasilkan 30 MW tetapi sekali lagi sudah dipraktekkan di kapal selam," kata Djarot.

"Prospek kita ke depan kita masih mencari teknologi yang tepat apakah nuklir benar-benar aman atau tidak, karena fokus sekarang ahli nuklir saat ini adalah menciptakan suatu reaktor sekecil-kecilnya istilahnya portabel," ujar Djarot.

"Dengan cara itu dan bisa diterima masyarakat baru kita bisa masuk ke ranah otomotif," tutup Djarot. (riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com