Jumat, 01 Mar 2019 17:09 WIB

Mobil Listrik Butuh Keringanan Pajak

Rizki Pratama - detikOto
Mobil Listrik Mercedes-Benz. Foto: Rengga Sancaya Mobil Listrik Mercedes-Benz. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Mobil bertenaga listrik sedang dipersiapkan untuk menjadi kendaraan masa depan. Namun harga mobil tersebut masih terbilang mahal untuk menjadi kendaraan massal masyarakat.

Harga yang jauh dari jangkauan masyarakat pada umumnya tersebut disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya pajak kendaraan. Hal ini akan menjadi penghambat penggunaan kendaraan yang minim emisi tersebut.



Deputy Director Marketing Communication PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Hari Arifianto mengharapkan pemerintah memberikan insentif pada mobil listrik sehingga masyarakat dan lingkungan lebih cepat beradaptasi dan merasakan keuntungan teknologi tersebut.

"Yang lebih cocok adalah tax insentif. Jadi apabila kita menghadirkan kendaraan tersebut di tanah air, apa kemudahan dari sisi finansial yang dapat diperoleh. Sisi finansial ini bukan serta merta untuk Mercedes-Benz tapi juga ke pelanggan sehingga teknologi tinggi ini bisa dirasakan dengan biaya yang ideal," kata Hari.



Mercedes-Benz pun juga mengakui harga mahal tersebut bisa menurun jika semakin banyak volume penggunanya. Pasalnya biaya investasi seperti riset dan pengembangan teknologi baru bisa dibagi bersama.

"Di segmen premium meskipun harga bukan utama tapi juga akan lebih mudah mengadopsi teknologi terbaru. Harga tinggi itu juga sesuai dari biaya investasi seperti riset, development dan trial. Jika volume kendaraan meningkat maka biaya investasi akan dibagi bersama-sama," pungkas Hari.


Mobil Listrik Butuh Keringanan Pajak
(rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com