Kamis, 28 Feb 2019 09:05 WIB

Pencinta Ferrari dkk Bekas Doyan Gonta-ganti Mobil Tiap 3-4 Tahun

Luthfi Anshori - detikOto
Diler supercar bekas. Foto: Luthfi Anshori
Jakarta - Mobil mewah bekas bisa jadi opsi menarik bagi konsumen yang menginginkan mobil eksklusif dengan jumlah produksi terbatas. Selain itu, seperti dijelaskan Presiden Director TDA Luxury Toys, Welly Tjandra, membeli mobil mewah bekas ibarat investasi jangka panjang, karena harganya yang terus melambung.

Menurut Welly, rata-rata konsumen mobil mewah, khususnya supercar bekas, tidak betah berlama-lama dengan mobil yang itu-itu saja.


"Kebanyakan memang konsumen used supercar 3-4 tahun pada ganti lagi yang baru," kata Welly, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (26/2/2019).

Karena untuk pemakaian jangka pendek, maka tak heran jika konsumen super car bekas mengandalkan skema pembayaran kredit baloon payment sebagai proses transaksi jual belinya.

Baloon payment sendiri merupakan cara pembayaran kredit dengan membagi masa kredit. Di termin pertama yang biasanya berlangsung 3 tahun, konsumen akan diberikan DP cukup besar sampai 20 persen namun dengan cicilan murah. Tapi begitu masuk termin kedua, konsumen harus segera melunasi sisa angsuran atau membeli mobil baru.


"Untuk jangka waktu baloon payment 3 tahun, Pembayaran pertama 20 persen, bulan kedua belas 20 persen, bulan kedua puluh empat 20 persen, dan bulan ke tiga puluh enam harus pelunasan 40 persen," terang Welly.

"Cuma rata-rata tidak menyudahi pelunasan, biar saya yang melunasi, dia (konsumen) ambil yang baru dan tinggal dihitung harga mobil berapa. Di luar negeri sistem baloon payment seperti ini sudah sangat wajar dilakukan," pungkasnya.



Tonton video Review Ferrari Portofino: Supercar yang Nyaman Buat Harian:

[Gambas:Video 20detik]

(lua/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com