Nissan Harap Nasib Livina di RI Mujur, Tak Seperti APV-Maven

Dina Rayanti - detikOto
Senin, 25 Feb 2019 07:10 WIB
Nissan Livina. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Pemandangan akan mobil kembar mungkin sudah umum dilihat masyarakat Indonesia. Kini mobil kembar di Indonesia bertambah satu usai Nissan meluncurkan Livina yang memiliki wajah kembar dengan Mitsubishi Xpander.

Sebelumnya banyak mobil kembar di Indonesia. Paling sukses adalah duet Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia dari segi angka penjualan. Keduanya masih mampu bertahan di tengah sengitnya persaingan di segmen mobil Low MPV Tanah Air.


Tercatat ada beberapa mobil kembar yang lahir dari kolaborasi Toyota dan Daihatsu yaitu Rush-Terios, Agya-Ayla, dan Calya-Sigra. Ketiganya pun mencatatkan penjualan yang cukup baik di segmennya.

Namun tidak dengan mobil-mobil kembar berikut. Sekadar mengingatkan, ini bukan pertama kalinya Mitsubishi punya mobil kembar. Sebelumnya Mitsubishi dan Suzuki punya mobil kembar yakni APV dan Maven.

Sayangnya nasib Maven tak beruntung. Tercatat Mitsubishi sudah berhenti berjualan Maven pada tahun 2013, sementara APV masih bisa bertahan hingga saat ini.


Mobil kembar lain hasil kolaborasi Suzuki dan Mitsubishi ada juga mobil bak Carry dan Colt T120SS. Sama seperti Maven, Colt T120SS pun dihentikan penjualannya baru-baru ini.

Suzuki pun pernah berbagi platform Ertiga dengan Mazda. Mazda kala itu menamakan mobil kembaran Ertiga dengan VX-1. Nasib kurang beruntung harus pula dialami oleh VX-1 yang me-rebadge Suzuki Ertiga. Hanya tiga tahun VX-1 mampu bertahan di tengah sengitnya persaingan Low MPV Tanah Air.

Kali ini Livina mencoba peruntungannya. Livina yang mengusung platform dan mesin Xpander pun berharap agar tak senasib dengan mobil kembar lain.

Nissan pun mengaku tak asal-asalan me-rebadge Xpander. Butuh waktu bagi Nissan menghadirkan Livina tanpa menghilangkan identitasnya meskipun berbasis sama dengan Xpander.


Nissan pun pede Livina bisa berbicara banyak di segmen Low MPV Tanah Air.

"Saya sangat optimis dengan Livina baru yang penting tetap mempertahankan identitas Nissan," jelas Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia Isao Sekiguchi saat berbincang dengan detikOto beberapa hari lalu. (dry/ddn)