Jumat, 15 Feb 2019 21:15 WIB

Tarif Tol Trans Jawa untuk Angkutan Umum Harusnya Lebih Murah

Luthfi Anshori - detikOto
Trans Jawa Foto: Agung Pambudhy Trans Jawa Foto: Agung Pambudhy
Cirebon - Tarif Tol Trans Jawa dirasa masih terlalu mahal. Khususnya untuk kendaraan komersial seperti bus umum, tarif tol yang berlaku saat ini dinilai cukup membebani.

Hal itu diungkapkan langsung Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan, saat uji coba Bus Trans Jawa, kemarin (14/2/2019).



"Kalau saya boleh komentar tentang hal itu, semestinya untuk angkutan umum itu ada keistimewaan tarif," kata Lesani kepada wartawan, dalam perjalanan menuju Kota Semarang.

Menurut Lesani, yang diberi beban lebih soal tarif tol Trans Jawa harusnya adalah para pemilik kendaraan pribadi.



"Paling tepat memang kendaraan pribadi yang men-support cost itu. Apalagi pemerintah punya statement jelas. Ingin mengalihkan masyarakat menggunakan angkutan umum. Kalau tolnya murah, tarif bus bisa terjangkau, dan banyak orang yang ingin naik angkutan umum," katanya lagi.

"Jadi saya berharap pemerintah memberi perlakuan khusus untuk angkutan umum dalam hal tarif tol," terang pria yang akrab disapa Sani.

Sementara disinggung soal sopir truck yang banyak mengeluhkan tarif Tol Trans Jawa karena mahal, Sani mengganggap harusnya itu juga menjadi tanggung jawab perusahaan.



"Saya agak susah jawab, tapi kembali ke kebijakan perusahaan. Saya juga punya truck. Tol hajar terus, kami biayain karena ngejar rate. Semua kami support," katanya lagi.

Menurut Sani, perusahaan jasa ekspedisi harus memikirkan efektivitas truck. "Uang jalan nggak papa besar. Tapi kalau rate pegiriman barangnya tinggi, akhirnya konsumen juga yang puas. Karena truck bisa cepat balik lagi untuk loading lagi," pungkasnya. (lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed