Jumat, 15 Feb 2019 19:50 WIB

Rawannya Nyetir di Papua Nugini

Dina Rayanti - detikOto
Papua Nugini. Foto: Muhammad Ridho Papua Nugini. Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Kondisi semrawutnya lalu lintas tidak hanya ditemukan di Indonesia saja. Di Papua Nugini pun serupa. Banyak pengendara yang melawan arus tak sesuai dengan aturan lalu lintas yang ada.

Berkendara di luar kotanya pun terbilang berbahaya. Melansir United States Department of State Bureau of Diplomatic Security, Jumat (15/2/2019), tak ada jaringan jalan bagus yang sudah menyambung antar kota.


Di pedesaan, akses jalan pun masih terbatas dan kondisinya rusak. Pengendara di sana juga berisiko mendapat serangan pengemudi lain yang menyetir dalam kondisi mabuk, pelemparan batu, dan sederet bahaya lain.

Saat musim hujan, tak jarang longsor di jalan terjadi. Belum lagi jalanan rusak karena terkikis dan lubang yang membuat mobil harus memperlambat lajunya. Para pelaku kriminal memanfaatkan situasi ini dengan berusaha merampok barang dalam mobil serta mengambil paksa mobil.

Kecelakaan di sana pun tak main-main dan sering membuat si pengendara yang terlibat luka parah. Biasanya kecelakaan ini disebabkan oleh pengendara yang berjalan melawan arus demi menghindari jalan berlubang.


Setelah kecelakaan terjadi massa langsung mengerubungi dan melempari batu ke pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Tak cuma melempar batu, ada juga kendaraan yang dibakar jika kecelakaan terjadi.

Kalau Otolovers berniat berkendara di sana ada baiknya untuk berlatih lebih mahir lagi apalagi ketika melintas di pemukiman warga. Kalau tidak sengaja menabrak anjing atau babi milik warga setempat saat sedang berkendara, maka kita akan dimintai ganti rugi berupa uang. (dry/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com