ADVERTISEMENT
Rabu, 13 Feb 2019 17:11 WIB

Pabrik Tutup Gara-gara Brexit, Jaguar Land Rover Bisa Tambah Mahal

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Range Rover Velar, mobil Range Rover paling laris di Indonesia Foto: Dina Rayanti Range Rover Velar, mobil Range Rover paling laris di Indonesia Foto: Dina Rayanti
Jakarta - Ketidakpastian soal Brexit membuat produsen mobil Inggris pusing. Bahkan Jaguar Land Rover terpaksa menghentikan operasi pabrik pada bulan April. Bagaimana efeknya ke Indonesia?

Mengutip pemberitaan media-media Inggris, penutupan pabrik JLR direncanakan akan dilakukan pada 8-12 April 2019 yang akan mempengaruhi 3 pabrik JLR di Castle Bromwich, Solihull dan Halewood, dan juga pabrik mesin di Wolverhampton. Jaguar Land Rover juga akan menutup pabrik pada 15-23 April untuk kepentingan perawatan pabrik yang sudah dijadwalkan sebelumnya.


Pabrik Jaguar di Solihull InggrisPabrik Jaguar di Solihull Inggris Foto: Jaguar




Dalam pernyataannya, Jaguar Land Rover mengatakan penambahan penghentian produksi terjadi karena gangguan dari Brexit. Inggris seharusnya meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret 2019, namun antara pemerintah Inggris dan Uni Eropa masih mengalami kebuntuan mengenai banyak hal.



Brand Director Jaguar Land Rover PT Wahana Auto Ekamarga Jentri Izhar kepada wartawan di Jakarta mengatakan penghentian produksi JLR tidak akan terlalu mempengaruhi pengiriman mobil ke Indonesia. Bahkan Jaguar Land Rover sudah berencana merilis mobil baru di Indonesia.



"Pegiriman sih nggak ngaruh, tapi ke harga ada kemungkinan harga bisa naik karena faktor produksi, material yang digunakan, suplai chain tergantung dari mana. Brexit adalah tantangan kami yang berikutnya," ujar Jentri.

(ddn/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com