Kamis, 17 Jan 2019 11:04 WIB

DP Kendaraan 0 Persen Bikin Orang Ogah Naik Angkutan Umum

Rizki Pratama - detikOto
Bus untuk angkutan umum. Foto: Dok. PO. Siliwangi Antar Nusa (SAN) Bus untuk angkutan umum. Foto: Dok. PO. Siliwangi Antar Nusa (SAN)
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja mengeluarkan kebijakan DP 0 persen untuk pembelian kendaraan. Secara teori kebijakan ini akan mendorong masyarakat untuk lebih ingin membeli sebuah kendaraan.

DP 0 persen yang diprediksi akan menstimulasi pembelian kendaraan pribadi ini akan mengurangi minat masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum. Hal ini diutarakan oleh Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan saat menghadiri konferensi pers Busworld South East Asia 2019 di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

"Itu negatif menurut saya, bukannya saya melarang orang memiliki kendaraan pribadi, Kalau kendaraan pribadi DP-nya 0 persen, kendaraan niaga akan ditekan oleh mereka. Itu beban bagi kami," ujar pria yang disapa Sani tersebut.



Selain itu dari sisi mobilitas penggunaan mobil akan lebih banyak daripada menggunakan transportasi umum. "Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kebijakan ini. Menggunakan kendaraan umum lebih terjamin kompetensi pengemudinya dibanding para pengemudi biasa. Kedua, pemerintah mendorong keinginan membeli daripada kebutuhan transportasi, ketiga dari sisi ekonomi kebijakan ini akan meningkatkan kredit macet," paparnya.

Sebagai operator, Sani bingung dengan keputusan pemerintah yang tidak saling bersinergi. "Sebagai operator dibilang keberatan atau tidak itu relatif, tapi menurut kami konyol. Ada menteri yang mendorong penggunaan angkutan umum ada juga menteri yang mendorong pembelian kendaraan pribadi," tutupnya. (rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com