Rabu, 09 Jan 2019 16:05 WIB

7 Bulan Mengaspal, Toyota C-HR Belum Bisa Saingi Honda HR-V

Dina Rayanti - detikOto
Toyota C-HR. Foto: Ruly Kurniawan Toyota C-HR. Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta - Toyota C-HR sudah hadir di Indonesia sejak April 2018. Saat itu kehadiran C-HR dibayang-bayangi dengan anggapan 'overprice' alias kemahalan. Saat pertama kali muncul, C-HR langsung dibanding-bandingkan dengan Honda HR-V.

Toyota hanya menawarkan satu varian mesin pada model C-HR. Sedangkan Honda ada dua pilihan yakni 1.500cc dan 1.800cc. Bicara harga C-HR memang dijual lebih mahal daripada HR-V. Mengutip situs resmi Toyota Astra Motor, C-HR dijual Rp 488,65 juta. Sedangkan versi dual tone harganya sedikit lebih mahal yaitu Rp 490,15 juta.


Sementara Honda, HR-V bermesin 1.800cc menjadi tipe tertinggi. Harga HR-V paling tinggi ini dibanderol Rp 400 juta. Secara penjualan wholesales, C-HR tak secemerlang HR-V.

Tertulis dalam data distribusi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) selama tujuh bulan dijual di Indonesia C-HR hanya terjual sebanyak 436 unit. HR-V Prestige terjual lebih banyak yakni 3.960 unit.

"Basically begini, kita kan memang punya beberapa macam SUV jadi kita punya Rush, Fortuner, C-HR dan Land Cruiser cuma kalau untuk main volume model kita lebih banyak mengandalkan Rush dan Fortuner," kata Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmy di Jakarta.

"C-HR lebih kita harapkan ke segmen yang niche dan segmented jadi memang kita tidak mengharap volume yang sangat besar," sambung Anton.


Mobil-mobil dengan harga tinggi memang biasanya diminati oleh kalangan tertentu yang berkantong tebal. termasuk di dalamnya Toyota C-HR.

"Harapan kami dengan munculnya C-HR adalah bagi orang-orang tertentu yang pengen lebih stylish, pengen beda mereka bisa membeli C-HR. Sekarang C-HR terjual 30-40 unit per bulan," tutup Anton. (dry/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed