Rabu, 09 Jan 2019 12:20 WIB

Sedan di Indonesia Mengkhawatirkan

Dina Rayanti - detikOto
Sedan Camry. Foto: Ari Saputra Sedan Camry. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Mobil-mobil sedan menjadi simbol kesuksesan seseorang di Indonesia. Namun itu beberapa tahun lalu ya Otolovers. Saat ini sedan sudah dianggap sama saja dengan mobil jenis lain.

Semakin ke sini pun penjualan mobil jenis sedan semakin mengkhawatirkan. Orientasi orang Indonesia sebelum membeli mobil masih terpaku pada muatannya yang banyak. Sehingga mobil berkapasitas tujuh penumpang lebih laris.


"Memang unfortunately di Indonesia mungkin zaman dulu ya 5-10 tahun lalu komposisi total market 4-5 persen mungkin 3-4 tahun lalu sudah turun ke level 3 persen, sekarang sudah menurun di bawah 3 persen," jelas Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmy usai peluncuran Camry di Jakarta.

Mengutip data distribusi wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, penjualan sedan tahun ini memang menurun jika dibandingkan tahun 2017.

Tercatat pada selama 12 bulan tahun 2017, 8.335 unit sedan terdistribusi ke diler-diler seluruh Indonesia. Sedangkan pada tahun 2018, sampai bulan November distribusi sedan hanya 6.268 unit.

Rasanya sulit untuk bisa melampaui raihan tahun 2017 di segmen sedan. Pasalnya sulit menjual sedan 1.000 unit perbulannya. Selama 11 bulan paling banyak sedan terjual sebanyak 813 unit pada bulan Mei. Kemudian semakin ke sini penjualannya berkisar di angka 400-500 unit per tahun.


Penjualan sedan yang menurun salah satunya adalah karena pajaknya. Pajak sedan lebih mahal dibandingkan dengan mobil seperti MPV. Padahal secara kapasitas mesin sama. Pajaknya yang mahal membuat harga jual sedan semakin melambung.


Simak juga video 'Mazda Rilis CX-3 dan Sedan Mazda6 yang Lebih Segar':

[Gambas:Video 20detik]


Sedan di Indonesia Mengkhawatirkan
(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed