Minggu, 23 Des 2018 12:30 WIB

Penghargaan untuk Michael Schumacher di Museum Ferrari

Rizki Pratama - detikOto
Penghargaan untuk Michael Schumacher di Museum Ferrari. Foto: Istimewa Penghargaan untuk Michael Schumacher di Museum Ferrari. Foto: Istimewa
Jakarta - Legenda balap F1 dari tim Ferrari, Michael Schumacher akan menjadi bintang pameran besar Ferrari di museum Ferrari yang terletak di Maranello, Italia. Pameran yang didedikasikan untuk salah satu legenda olahraga ini akan dibuka pada 3 Februari, pada hari yang sama Schumacher akan merayakan ulang tahun ke-50-nya.

Ferrari mengatakan acara ini dimaksudkan sebagai perayaan dan tanda terima kasih kepada pembalap Kuda Jingkrak tersukses yang pernah ada. Pameran ini akan menampilkan elemen-elemen yang membawa kembali kenangan tentang masa ketika pria asal Jerman tersebut menjadi juara dunia tujuh kali sekaligus menjadi satu-satunya orang yang pernah mencapai prestasi seperti itu.



Di booth museum Ferrari akan dipamerkan kontribusi Schumy terhadap kelahiran mobil GT yang diproduksi oleh Ferrari. Michael Schumacher memenangkan 91 balapan selama hampir 17 tahun kariernya. Dia mengendarai Jordan Grand Prix, Benetton dan akhirnya Ferrari, sebelum pensiun dari Formula satu pada tahun 2006. Pada tahun 2010, ia kembali sebagai pembalap untuk Mercedes.

Namun, tahun-tahun kejayaanya adalah saat berada di belakang kemudi Ferrari. Dari tujuh kemenangan kejuaraan, lima berturut-turut dan terjadi saat menjadi pebalap tim dari Italia tersebut, antara tahun 2000 hingga 2004. Dua kejuaraan lainnya dimenangkan dengan tim Benetton pada tahun 1994 dan 1995.



Hampir lima tahun lalu, Schumacher mengalami cedera parah saat menuruni lereng ski di Pegunungan Alpen Prancis. Legenda F1 jatuh dan kepalanya menghantam batu, dan fakta bahwa ia mengenakan helm saat itu tidak mencegahnya mengalami cedera kepala serius.

Sebagai akibat dari insiden ini, bintang Formula 1 harus menjalani dua operasi dan menghabiskan banyak waktu dalam koma yang disebabkan oleh obat. Keadaan fisiknya saat ini sebagian besar tetap tidak diketahui, karena orang-orang di sekitarnya memilih untuk merahasiakan penderitaannya. (rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com