Sabtu, 22 Des 2018 17:22 WIB

Hyundai Indonesia Masih Bungkam soal Rencana Pabrik

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Hyundai Motor Corporation diklaim pemerintah akan membangun pabrik mobil di Indonesia. Pabrik itu juga kabarnya akan membuat mobil listrik. Namun sayang PT Hyundai Mobil Indonesia masih enggan bicara banyak soal pabrik ini.
"Kami masih koordinasi jadi belum bisa konfirmasi," ujar Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia Mukiat Sutikno saat dikonfirmasi detikOto.

Pria pencinta bela diri ini juga tidak mau menyebutkan lokasi pabrik yang direncanakan. "Masih mempertimbangkan 3 area," ujarnya.



Hyundai menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto menyiapkan investasi yang cukup besar di Indonesia, totalnya sekitar USD 880 juta atau sekitar Rp 12 triliun untuk membangun pabrik.

Mobil Hyundai rakitan Indonesia direncanakan bakal lebih banyak yang mengapal ke berbagai negara di Asia Tenggara dan Australia daripada ke dalam negeri.

Di pabrik tersebut, dikabarkan Hyundai mampu mencetak sekitar 250.000 unit kendaraan tiap tahunnya. Dimana 53 persen akan dialokasikan untuk pasar ekspor dan 47 lainnya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Keputusan Hyundai untuk membuka pabrik di Indonesia memang terbilang alot. Bahkan walaupun wacananya sudah matang, kepastian untuk mulai pembangunan masih belum diketahui.

Indonesia adalah satu-satunya negara di bagian Asia Tenggara yang dipilih oleh Hyundai untuk jadi basis produksi. Nantinya Indonesia bakal jadi pemasok utama mobil Hyundai ke seluruh negara di Asia Tenggara dan Australia.

Harjanto, menurut laporan tersebut, memaparkan bahwa produksi Hyundai 53 persen akan dialokasikan untuk pasar ekspor yakni ke berbagai negara di Asia Tenggara dan Australia. Sisanya yakni 47 persen, untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Langkah Hyundai untuk membangun pabrik di Indonesia muncul ketika produsen mobil negeri ginseng ini mencoba untuk mengurangi ketergantungannya pada China. Sebab, pasar terbesarnya itu baru-baru ini mengguncang Kia setelah ada pertikaian diplomatik antara Seoul dan Beijing atas persaingan bisnis lokal.

Namun kabar Hyundai masuk Indonesia cukup 'alot'. Hinga pada akhirnya wakil presiden Hyundai-Kia Lee Bo Sung mengatakan bahwa ASEAN memiliki potensi pertumbuhan. Tapi akan cukup sulit menembus raja-raja produsen otomotif asal Jepang seperti Toyota dan Honda. Indonesia, yang punya populasi besar serta kualitasnya sedang berkembang, diliriknya. (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya