Pabrik Hyundai Akan Berdiri di Purwakarta atau Karawang Awal 2019

Ruly Kurniawan - detikOto
Jumat, 21 Des 2018 19:39 WIB
Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta - Hyundai Motor Corporation telah memutuskan untuk membangun pabrik mobilnya di Indonesia. Sekitar Rp 12 triliun (US$ 880 juta) akan digelontorkan. Rencananya pabrik mulai dibangun pada awal tahun 2019 (Maret - April) di kawasan Purwakarta atau Karawang, Bekasi.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan dalam kunjungannya ke kantor TransMedia, Jakarta, Jumat (21/12/2018) mengungkapkan, keputusan Hyundai untuk membuat pabrik di Indonesia memang cukup simpang-siur. Namun setelah diyakinkan, mereka tak membutuhkan waktu lama untuk memberi keputusan.

"Mereka dari awal memang ingin investasi, tapi memikirkan bagaimana perijinannya, perlindungannya, dan lain-lain. Lalu juga tentang insentifnya. Setelah saya dengarkan dan kita berdiskusi, yah mereka katanya akan datang ke Indonesia untuk kasih jawaban," terang Luhut.


"Eh ternyata baru juga 3 hari, dia (salah satu boss Hyundai) datang ke Jakarta dan memutuskan untuk melakukan investasi. Mereka ingin Maret atau April 2019 sudah bisa announce," lanjutnya.

Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut pihak Hyundai juga menanyakan lahan paling ideal untuk mendirikan pabrik mobil. Luhut merekomendasikan di kawasan Purwakarta atau Karawang, Bekasi.

"Saya sarankan untuk investasikan di kawasan Karawang, Bekasi atau Purwakarta. Karena disitu ada Patimban, Kereta Jati, dan pendukung lainnya. Jadi, lebih tepat," kata Luhut.

Tak lupa, Luhut juga membeberkan potensi pasar otomotif Indonesia. "Populasi ASEAN itu 650 juta jiwa, Indonesia mengisi 41 persennya. Jadi potensi yang dimiliki sangat besar. Mereka langsung 'ayo kita investasi'," ujarnya.


Diketahui, selama ini penjualan mobil di Indonesia masih didominasi oleh pabrikan Jepang. Salah satu sebabnya adalah harga terjangkau yang dibanderol pada mobil-mobil Jepang. Mobil Jepang bisa dibuat lebih murah karena banyak yang diproduksi di Tanah Air dan menggunakan komponen lokal.

Sementara untuk Hyundai, masih mendatangkan mobilnya langsung dari Korea Selatan. Dengan begitu ada pajak impor yang dikenakan membuat harga jualnya lebih mahal.

Hyundai memang sempat berfikir untuk membangun pabrik di Indonesia dan menjadikannya basis produksi bagi negara Asia Tenggara dan Australia. Tapi masih ada pertimbangan yang menjanggal sehingga wacana menjadi 'alot'. (ruk/lth)