Selasa, 11 Des 2018 17:55 WIB

Ngecas Mobil Listrik di Tempat Umum, Waspada Kena Hack

Ruly Kurniawan - detikOto
Pengecasan mobil listrik BMW i8 Foto: Ari Saputra Pengecasan mobil listrik BMW i8 Foto: Ari Saputra
Jakarta - Setiap memboyong mobil listrik atau hybrid ke garasi, pembeli akan mendapatkan sebuah charging station yang bisa digunakan di rumah. Selain untuk memudahkan pemilik, hal tersebut dilakukan agar menumbuhkan rasa aman sebab bila pengisian daya dilakukan di sembarang tempat berpotensi terkena hack.

Oleh sebab itu stasiun pengisian baterai publik untuk kendaraan listrik di suatu negara menjadi penting. "Ketika melakukan pengisian daya listrik, itu ada pertukaran data dengan public charging-nya. Sehingga timbul risiko seperti hacking. Oleh sebab itu, penting hukumnya standar charging station dan ini ranahnya adalah negara," kata Vice President of Corporate Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania di Jakarta.



Jodie juga mengatakan di beberapa negara yang sudah memiliki standar stasiun pengisian baterai pun, masih ada kendaraan listrik maupun hybrid yang terkena hack. Prilaku ini menjadi berbahaya karena data kendaraan bisa digunakan sesukanya.



"Cukup banyak kendaraan serupa yang terkena hack. Oleh sebab itu biasanya brand terkait mengeluarkan charging station sendiri guna meminimalisir hal tersebut," kata Jodie.

Terkait diperkenalkannya Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) atau Green Energy Station (GES) oleh PT Pertamina (Persero), Jodie mengapresiasinya. Ia meminta agar standar charging station diperhatikan bila fasilitas tersebut ingin digunakan oleh khalayak ramai.

"Saya pikir ini menarik sebab tujuan besarnya adalah mempermudah konsumen untuk mengakses kendaraan listrik. Tapi ketika kita berbicara public charging, standarnya harus diperhatikan. Sehingga menimbulkan rasa aman dan nyaman ketika menggunakannya," tutup Jodie. (ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed