Kamis, 06 Des 2018 13:57 WIB

Sulitnya Merakit Mobil Listrik di Dalam Negeri

Luthfi Anshori - detikOto
Mitsubishi Outlander PHEV. Foto: Mitsubishi Mitsubishi Outlander PHEV. Foto: Mitsubishi
Jakarta - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) masih menunggu perkembangan pasar di Indonesia sebelum memutuskan memproduksi mobil listrik secara massal.

"Kami belum memutuskan. Kami mencoba untuk membuat banyak penyesuaian," kata Director of Coordination & Development Division PT MMKSI Ogi Ikematsu, kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Menurut Ikematsu, pabrik kendaraan di Indonesia untuk saat ini belum bisa mengembangkan perakitan kendaraan listrik karena pasarnya belum jelas.


"Untuk perakitan (mobil listrik) secara lokal agak sulit. Bukan karena teknologinya, tapi kami membutuhkan pasarnya terlebih dahulu," jelas Ikematsu.

Sebelumnya pada Februari 2018 lalu, PT MMKSI telah menyumbangkan kendaraan listrik dan fasilitas pengisian baterai kepada pemerintah untuk pengembangan listrik di Indonesia.

Adapun yang didonasikan adalah delapan unit model Mitsubishi Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan dua unit EV (Electric Vehicle) i-MiEC, serta empat unit quick charger.

Pada kesempatan yang sama Ikematsu menyampaikan bahwa Mitsubishi Motors sangat mengapresiasi dan menyambut positif langkah BPPT dan Pemerintah Republik Indonesia dalam proses transisi dan percepatan pengembangan dan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.


"Mitsubishi Motors turut berpertisipasi dalam proses sosialisasi dan studi bersama terkait pengembangan kendaraan listrik di Indonesia dengan mendonasikan 2 kendaraan listrik (Electric Vehicle) Mitsubishi i-MiEV dan 8 kendaraan SUV Plug-in Hybrid, Outlander PHEV dan 4 unit fasilitas pengisian daya cepat kepada pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian RI, dimana Mitsubishi i-MiEV sebagai salah satu kendaraan tersebut diterima oleh BPPT dan berpartisipasi dalam acara ini," ujar Ikematsu.

Nantinya, kendaraan-kendaraan listrik tersebut akan disertakan dalam serangkaian studi pemodelan tentang bagaimana infrastruktur transportasi yang ada di Indonesia saat ini dapat mengakomodasi kendaraan listrik. Termasuk menilai penggunaan kendaraan listrik di berbagai lingkungan, termasuk kota, kawasan wisata dan pulau terpencil.



Tonton juga ' Jonan: Program Mobil Listrik Wajib Dilanjutkan ':

[Gambas:Video 20detik]

Sulitnya Merakit Mobil Listrik di Dalam Negeri
(lua/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed