Kamis, 06 Des 2018 10:23 WIB

Opini

Nasib Kendaraan Listrik, Listriknya Sudah Bersih?

Dadan Kuswaraharja - detikOto
SPLU milik Pertamina. Foto: Ridwan Arifin SPLU milik Pertamina. Foto: Ridwan Arifin
Jakarta - Kendaraan listrik merupakan keniscayaan di masa depan. Kendaraan listrik akan menjadi tren masa depan dengan beberapa keunggulan, yakni hemat energi, ramah lingkungan, tanpa emisi, dan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan mobil konvensional.

Di Indonesia pun, tren kendaraan listrik mulai ramai. Berbagai produsen otomotif sudah menjual aneka kendaraan elektrifikasi. Pemerintah sudah menetapkan target, mengembangkan kendaraan bertenaga listrik/hybrid pada tahun 2025 sebesar 2.200 unit untuk roda empat dan 2,1 juta unit untuk kendaraan roda dua.



nfografis Aneka Motor Listrik di Pasaran Indonesia (Sumber Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia/AISI)Infografis Aneka Motor Listrik di Pasaran Indonesia. Foto: AISI


Target ini bagus, tapi masalahnya dimana?

Yang patut dikritisi dari tren kendaraan listrik di Indonesia, ya soal listrik itu sendiri. Apakah pemerintah mampu menyediakan listrik yang cukup andaikala nanti jalanan dipenuhi dengan kendaraan listrik, apalagi untuk kebutuhan rumah tangga saja, banyak daerah yang sering mengalami byar pett.

Apakah pemerintah bisa menyediakan tambahan listrik untuk kendaraan listrik? Hal ini mungkin bisa sedikit teratasi dengan program pembangkit listrik 35.000 MW yang tengah dikebut pemerintah.

Tapi bagaimana dengan sumber listriknya itu sendiri? Cita-cita membuat udara yang lebih bersih tentu gagal jika sumber listriknya itu sendiri tidak bersih. Data dari Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana menunjukkan penggunaan batubara sebagai pembangkit listrik masih menjadi mayoritas. Sampai lebih dari 50 persen, sementara energi terbarukan seperti pembangkit listrik bertenaga air, atau angin masih minim. Datanya bisa kita lihat pada infografis di bawah ini:

nfografis Energi Primer Pembangkit Listrik Indonesia (Sumber Ditjen EBT Kementerian ESDM per Desember 2017nfografis Energi Primer Pembangkit Listrik Indonesia. Foto: Ditjen EBT Kementerian ESDM per Desember 2017


Penggunaan batubara akan menciptakan emisi karbon dioksida yang tinggi ke udara. Sementara energi terbarukan porsinya masih sangat rendah.

Di sinilah pemerintah lewat Kementerian ESDM perlu membangun lebih banyak pembangkit listrik yang lebih ramah lingkungan.

Perbanyak membangun pembangkit listrik dengan energi terbarukan. Jangan sampai cita-cita membuat udara Indonesia menjadi lebih bersih lewat aneka kendaraan listrik malah terkotori dengan sumber listrik yang tidak bersih. Ibarat membersihkan lantai yang kotor. Sapu yang kotor tidak akan bisa membersihkan lantai yang kotor.

Dadan Kuswaraharja,
Redaktur Pelaksana detikcom

(ddn/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed