Menurut Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko, saat ini Perpres Kendaraan listrik sedang dalam penyelarasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa hal yang sedang dibahas, menurut Moeldoko antara lain kesiapan ESDM dalam penyediaan listriknya. Dari perpajakan, Kemenkeu seperti apa. Sedangkan di Perindustrian dibahas tahapan-tahapan menuju industrialisasi kendaraan listrik.
Meski masih banyak yang dibahas, menurut mantan Panglima TNI tersebut, draf Perpres Kendaraan Listrik diharapkan rampung sesuai target.
"Targetnya awal 2019, makin cepat makin bagus. Karena sesungguhnya mobil listrik di Indonesia sudah cukup menggeliat," terangnya.
Ilustrasi SPLU di BPPT Foto: Rifkianto Nugroho |
Khusus untuk hal vital seperti ketersediaan Stasiun Pengisian Listrik Umum, Moeldoko mengatakan hal tersebut akan bertahap dibangun.
"Kesiapannya di antaranya sudah diinisiasi oleh BPPT bagaimana plug in charging-nya, stasiun pengisian listrik nanti. Akan secara bertahap dimasifkan sesuai tempat-tempat yang menjadi prioritas dimana mobil listrik nanti akan kumpul. Bisa nanti di stasiun kereta atau mungkin di mall-mall dan di tempat lain yang jadi tujuan publik," pungkas Moeldoko.
Tonton juga 'BPPT Luncurkan Stasiun Pengisian Daya Mobil Listrik':












































Ilustrasi SPLU di BPPT Foto: Rifkianto Nugroho
Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta