Kamis, 29 Nov 2018 15:15 WIB

Gaikindo: Garansi Mobil Hanya untuk Pengguna BBM Sesuai Aturan

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Pengendara mobil mengisi bensin di SPBU Pertamina Foto: Agung Pambudhy Pengendara mobil mengisi bensin di SPBU Pertamina Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Biar lebih murah, banyak pengguna kendaraan yang memilih bahan bakar dengan oktan yang lebih rendah dari rekomendasi pabrikan. Namun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengeluarkan peringatan bagi pemilik kendaraan mobil agar mematuhi anjuran penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bagi kendaraannya.

Jika terjadi kerusakan di mobil karena BBM tak sesuai anjuran, Gaikindo memperingatkan garansi tidak akan berlaku.

"Setahu kami aturannya memang seharusnya demikian. Kalau ada kerusakan yang disebabkan penggunaan bahan bakar tidak sesuai standar, maka di luar garansi," kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi di situs Gaikindo seperti dikutip detikOto, Kamis (29/11/2018).


Mobil keluaran terbaru memang wajib mempergunakan BBM berkualitas, minimal yang memiliki spesifikasi Research Octane Number (RON) 92. "Kami mensyaratkan agar mobil memakai BBM berkualitas. Dan itu tertera pada buku manual ketika membeli mobil," katanya.

Mobil harus menggunakan BBM berkualitas karena mesinnya sudah didesain untuk BBM berstandar internasional. Yohanes menyatakan, desain mesin dibuat dengan selalu mengacu pada peraturan pemerintah yaitu terkait standar emisi. Contohnya, tiap mobil berbahan bensin harus sesuai dengan standar emisi Euro-4.



Regulasi itu berlaku sejak Oktober 2018. Artinya, semua mobil yang diproduksi pabrik ataupun distributor mobil anggota GAIKINDO sudah disesuaikan dengan aturan tersebut. "Sehingga apabila diisi dengan BBM sesuai standar Euro4, maka emisi yang dibuang pun akan sesuai standar Euro4," katanya.



Dengan menggunakan BBM berkualitas sesuai standar pabrikan, kinerja mobil akan sangat baik, karena performa, akselerasi, kekuatan menanjak dan keawetan mesin sangat bergantung pada jenis BBM yang digunakan. Gas buangnya pun masih di bawah ambang batas tak membahayakan bagi lingkungan dan kesehatan manusia. "Dan tentu saja, BBM berkualitas berpengaruh positif pada mobil. Mesin juga lebih awet," katanya. (ddn/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com