Selasa, 27 Nov 2018 07:58 WIB

Panas Pilpres 2019, Bisnis Mobil Mewah Bakal Tiarap?

Rizki Pratama - detikOto
Deretan mobil mewah. Foto: Rizki Pratama
Jakarta - Selain berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah untuk menyiasati permasalahan ekonomi negara, Pemilihan presiden (Pilpres) 2019 Indonesia juga akan menjadi masa sulit bagi pebisnis khususnya dalam penjualan mobil mewah.

Tidak hanya nilai tukar rupiah yang terus melemah, Pajak Pertambahan nilai Barang Mewah (PPnBM), Pembatasan Tanda Pendaftaran Tipe (TPT) dan Sertifikat Uji Tipe (SUT), serta perebutan kursi orang nomor satu di Indonesia turut menjadi kendala distributor menjajakan produknya di dalam negeri.


"Waktu pemilu semua bisnis pasti tiarap, jadinya orang harus membaca arus ekonomi ke depannya bagaimana sama stabilitas politk ke depan," ujar President Director Prestige Motorcars, Rudy Salim usai launching Mercedes-Benz G63 AMG Edition 1 di showroom Prestige Motorcars, Pluit, Jakarta Utara.

Meskipun demikian, Prestige Motorcars mencoba untuk terus menjaga pasar mereka dengan terus mendatangkan sejumlah produk baru pada tahun depan.

"Kita akan coba sustain masukin produk baru lagi, tahun depan ada beberapa produk baru di antaranya Tesla Model 3," ungkap Rudy.

Showroom mobil yang dikenal mendatangkan mobil mewah ini pun sudah punya target untuk mendatangkan Hypercar pada tahun 2019 mendatang.

"Tahun depan mau masukin lagi hypercar kalau kebijakannya sudah pasti. Karena kebijakan belum tahu, target sudah ada percuma. Belum berani kita masukin dan tidak bisa juga," keluh Rudy.


Terkait pembatasan impor mobil di atas 3000 cc, Rudy sendiri akan tetap teguh menjalani bisnis tersebut.

"Otomatis tetap bertahan di atas 3000cc karena kalau di bawah itu persaingan terlalu banyak dan tidak masuk dengan target kita, memang kita punya target market sendiri." (rip/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com