Jumat, 23 Nov 2018 12:53 WIB

Bos Renault-Nissan Ditangkap, Prancis-Jepang Tetap Dukung Aliansi

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Carlos Ghosn. Foto: Dina Rayanti Carlos Ghosn. Foto: Dina Rayanti
Paris - Bos aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, Carlos Ghosn, ditangkap karena terlibat skandal laporan keuangan. Ghosn dilaporkan telah memalsukan laporan keuangan.

Nissan pun sudah mencopot Ghosn dari jabatannya sebagai chairman. Ghosn ditangkap setelah adanya penyelidikan internal Nissan soal kelakuan Ghosn selama bertahun-tahun dan eksekutif lainnya. Ghosn dituding melakukan tindakan pelanggaran yang signifikan, termasuk kurang melaporkan pembayaran paket kompensasi dan penggunaan aset perusahaan untuk pribadi.

Diberitakan Reuters, meski Ghosn terlibat skandal, Menteri Ekonomi Prancis Bruno Le Maire bersama Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Hiroshige Seko menegaskan kembali dukungan mereka untuk aliansi Renault-Nissan.



Setelah rapat di Paris, sebuah pernyataan bersama antara Prancis dan Jepang menyatakan dukungan kuat dan keinginan bersama mereka untuk mempertahankan kerja sama Renault-Nissan.

Untuk diketahui, Ghosn adalah arsitek dari aliansi ini. Dia mendorong aliansi untuk lebih mengikat. Termasuk potensi merger penuh Renault dan Nissan.

Ghosn dituding melakukan tindakan pelanggaran. Tak cuma Ghosn, kakak perempuannya juga disebut menerima gaji buta. Nissan motor Co membayar sekitar US$ 100.000 (Rp 1,4 miliar) per tahun untuk kakak Ghosn. Padahal, kakak perempuannya itu tidak mengerjakan apa-apa untuk perusahaan.



Jaksa telah memperoleh email yang ditulis oleh kaki tangannya di Nissan Motor Co yang memberi perintah untuk memalsukan gaji yang dilaporkan Ghosn. Hal itu dibocorkan oleh seorang sumber anonim.

Kata sumber itu, para pejabat Nissan telah menyerahkan bukti email kepada para penyidik. Email itu berisikan bagian dari kesepakatan tawar-menawar.

Menurut sumber, kaki tangan Ghosn, Greg Kelly mengirim email ke pejabat tinggi lainnya, termasuk seorang pejabat perusahaan asing yang terlibat langsung dalam menangani laporan palsu tentang gaji hosn selama lima tahun.



Tonton juga 'Menkeu Prancis: Ghosn Tak Mampu Lagi Memimpin Renault':




Bos Renault-Nissan Ditangkap, Prancis-Jepang Tetap Dukung Aliansi


(rgr/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed