Senin, 29 Okt 2018 17:05 WIB

Bamsoet Dukung Pemerintah Berikan Insentif Kendaraan Listrik

Ridwan Arifin - detikOto
Mobil listrik Bamsoet. Foto: Rangga Rahardiansyah Mobil listrik Bamsoet. Foto: Rangga Rahardiansyah
Jakarta - Salah satu solusi untuk mengatasi polusi dan mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah kendaraan listrik. Pemerintah juga tengah menunggu persetujuan Presiden terkait regulasi kendaraan listrik di Indonesia.

Demikian seperti yang disampaikan Ketua DPR Bambang Soesatyo atau biasa akrab disapa Bamsoet. Bamsoet sendiri merupakan salah satu tokoh yang mendorong kendaraan listrik di Indonesia. Saat ini Bamsoet juga diketahui sudah memiliki mobil listrik Tesla besutan Amerika.



"Bukan (memegang draf pepres kendaraan listrik) kalau itu domainnya pemerintah Kementerian Perindustrian, jadi kalau tidak salah sudah jalan, lagi diimplementasinya, beberapa perusahaan grupnya Bakrie dan grup Moeldoko sudah bangun bus listrik jadi memang itu program masa depan ya ke listrik," kata Bamsoet di sela-sela acara Motor Besar Indonesia di Hotel Sahid, Lippo Cikarang, akhir pekan kemarin.

Bamsoet sangat mendukung apabila pemerintah memberikan insentif untuk industri mobil listrik. Sebab, insentif itu penting untuk keberlangsungan penggunaan mobil listrik di Indonesia.

"Tinggal diberikan insentif dan meningkatkan kecanggihannya supaya daya jelajahnya bisa jauh, kan sekarang ini terbatas," ungkap Bamsoet.



"Kalau kita masih impor itu sebaiknya insentif potongan pajak barang mewah, kemudian sampai sini diberikan pajak kendaraan bermotor, kan kalau masuk ke dalam negeri dikali hampir 300 persen," jelas Bamsoet.

"Orang udah tahu saya pakai Tesla, tapi memang saya beli sangat mahal. Di Amerika mungkin harganya Rp 800-an juta tapi sampai sini bisa berlipat-lipat, nah itulah seharusnya yang diberikan insentif oleh pemerintah," terang Bamsoet.

Terlebih mobil listrik dinilai lebih ekonomis dari segi perawatan hingga penggunaanya untuk kehidupan sehari-hari. Bamsoet tidak segan untuk membagikan pengalamannya berkendara dengan mobil listrik yang digunakannya saat ngantor ke Senayan.

"Setiap nge-charge itu dalam waktu 2 sampai 3 jam untuk 400 km, hanya maksimum Rp 15 ribu, kalau saya pakai ke kantor itu bisa sampai satu minggu, jadi sangat murah sekali," ungkap Bamsoet. (riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed