Senin, 29 Okt 2018 08:56 WIB

Soal Pabrik Mobil Esemka, Pengamat: Tidak Seperti Mesin Jahit

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Pabrik Esemka di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto Pabrik Esemka di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto
Jakarta - Banyak yang menyangsikan apakah mampu Esemka diproduksi di dalam negeri. Tak sedikit pula yang mengomentari bahwa mobil Esemka tidak akan diproduksi secara lokal melainkan mendatangkannya dari luar negeri dan mengganti emblemnya dengan tulisan Esemka.

Apalagi, mobil Esemka beberapa waktu lalu dibanding-bandingkan dengan mobil China yang tampilannya mirip. Hal itu menyeruak sejak awal tahun 2018.

Saat itu foto mobil SUV berwarna putih sedang diangkut di jalan dengan emblem 'Esemka Garuda I' muncul dan viral di media sosial. Secara bentuk mobil itu mirip dengan SUV buatan China, Foday Landfort. Kaca belakang, lampu belakang, hingga reflektor pun serupa dengan mobil China tersebut.



"Kita bisa bayangkan bahwa bisa saja Esemka adalah satu produk yang diimpor secara CBU/utuh dari luar, dan sudah disesuaikan dengan kondisi penjualan untuk Esemka sendiri," kata pengamat otomotif, Achadiat Asiandi Suhadi seperti ditayangkan Redaksi Sore Akhir Pekan Trans7, Sabtu (27/10/2018) kemarin.

Sebab, dalam membangun pabrik yang bisa memproduksi banyak jenis mobil, diperlukan persiapan panjang. Achadiat menganggap pabrik mobil tidak seperti mesin jahit yang satu mesin bisa memproduksi banyak jenis baju.

"Orang beranggapan kayak mesin jahit bisa bikin baju apa saja begitu? Pabrik mobil tidak seperti itu. Ada yang namanya welding, welding jig, dia mau dilas harus dipegang, ini harus sesuai dengan mobilnya. Nggak bisa jig Mercedes C200 dipakai untuk Brio, ya nggak bisa," katanya.



Dalam tayangan yang sama, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Harjanto, mengatakan Esemka kabarnya akan memaksimalkan penggunaan komponen lokal. Meski, untuk sementara kemungkinan Esemka akan menggunakan beberapa komponen yang diimpor.

"Meskipun sekarang beberapa komponen mereka masih mendatangkan dari luar, tapi lokal konten itu kita coba terus bangun dengan para vendor dan mudah-mudahan ke depan ini bisa dilokalisasi seperti layaknya industri yang lainnya," sebutnya.

Sementara itu, mobil Esemka sudah direstui oleh pemerintah untuk diproduksi. Karena, delapan mobil Esemka sudah lulus uji tipe sehingga bisa diproduksi massal.

Adapun delapan kendaraan bermotor merek Esemka PT Solo Manufacturing Kreasi antara lain:

-Garuda I 2.0 (4x4) MT : Mobil penumpang bukan sedan : BBM Solar.
-Bima 1.3 L (4x2) M/T : Mobil barang bak muatan terbuka : BBM Bensin.
-Bima 1.0 (4x2) M/T : Mobil barang bak muatan terbuka : BBM Bensin.
-Niaga 1.0 (4x2) M/T : Mobil penumpang : BBM Bensin.
-Bima 1.8D (4x2) M/T : Mobil barang bak muatan terbuka : BBM Solar.
-Bima 1.3 (4x2) M/T : Mobil barang bak muatan terbuka : BBM Bensin.
-Borneo 2.7D (4x2) M/T : Mobil bus : BBM Solar.
-Digdaya 2.0 (4x2) M/T : Mobil barang bak muatan terbuka kabin ganda : BBM Solar.




Tonton juga 'Kenalan Sama Hatchback dan Digdaya Bikinan Esemka':

[Gambas:Video 20detik]

(rgr/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
CNN ID
×
Layar Pemilu Terpercaya
Layar Pemilu Terpercaya Selengkapnya