Ganjil Genap

Ganjil Genap Efektif untuk Jangka Pendek

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 25 Okt 2018 12:13 WIB
Ganjil genap Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Penerapan ganjil genap yang akan berlangsung sampai akhir tahun dipandang masyarakat efektif dalam jangka pendek. Ganjil genap bisa dilakukan sebelum ada kebijakan yang sifatnya lebih berkelanjutan seperti penerapan ERP (Electronic Road Pricing) atau jalan elektronik berbayar.

Demikian salah satu hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan yang disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) soal "Efektivitas Penerapan Kebijakan Ganjil Genap Wilayah Jabodetabek" di Grand Mercure, Harmoni, Jakarta Pusat (25/10/2018).

Hasil penelitian tentang persepsi masyarakat soal implementasi ganjil genap di wilayah Jabodetabek tersebut dipaparkan Peneliti Litbang Perhubungan Siti Maemunah.



"Secara keseluruhan, pelaksanaan ganjil genap (gage) dapat memperlancar arus lalu lintas, khususnya pada ruas gage, sedangkan di luar ganjil genap, justru menjadi lebih macet," papar Siti Maemunah.

"Responden yang menyatakan arus lalu lintas cukup signifikan lancar adalah responden yang menggunakan angkutan umum termasuk taxi, mobil jemputan kantor dan mobil dinas," tambahnya.

"Sedangkan bagi pengguna mobil pribadi menyatakan sama saja dan sedikit lebih lancar, dan pengguna sepeda motor menyatakan sedikit lebih lancar," ungkapnya.



Hasil penelitian juga mengatakan bahwa sebagian besar responden juga menyatakan lebih cepat kurang dari 20 menit dan maksimal 30
menit dan yang menyatakan lebih cepat 30 menit, adalah pengguna angkutan umum yaitu angkutan kota dan bus.

Waktu pelaksanaan ganjil genap dianggap kurang atau bahkan tidak sesuai dan penerapan pada jumlah ruas saat ini dinyatakan cukup atau bahkan terlalu banyak.

Keinginan masyarakat adalah pelaksanaan ganjil genap tidak sepanjang hari, namun hanya cukup di jam sibuk pagi dan sore, yaitu dari pukul 06:00 - 10:00 dan pukul 16:00 - 20:00 WIB. "55% responden setuju gage diteruskan. Namun, jika diteruskan permanen maka ganjil genap
menjadi tidak efektif. Hal ini dapat dilihat 40% responden akan membeli mobil lagi dengan pelat berbeda," papar Siti Maemunah.

Selain itu hasil penelitian juga menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan ganjil genap sebaiknya sudah menggunakan CCTV dan penilangan bagi pelanggar dilakukan dengan sistem e-tilang (E-TLE).

Dan perlu diterapkan kebijakan lain untuk mengurangi kemacetan, seperti menaikkan tarif parkir, pembatasan usia kendaraan dan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum.

Infografis Ganjil GenapInfografis Ganjil Genap Foto: Nadia Permatasari W
(riar/ddn)