Sabtu, 20 Okt 2018 12:55 WIB

Mobil LCGC Boleh Murah, Tapi Perawatan Harus Tetap Optimal

Ridwan Arifin - detikOto
Ilustrasi mobil LCGC Foto: detikOto Ilustrasi mobil LCGC Foto: detikOto
Bekasi - Tidak berbeda dengan mobil lainnya, memiliki mobil LCGC tidak boleh sembarang asal merawat sebab akan mempengaruhi usia panjang mobil agar tetap layak pakai. Banyak yang harus diperhatikan, terutama menyangkut perawatan untuk menjaga kualitas dan performa mobil itu sendiri.

Langkah pertama yang harus diperhatikan adalah penggunaan pelumas atau oli, soalnya fungsi oli memiliki peran penting untuk menjaga kinerja mesin.



"Pikirannya salah kalau mobil LCGC harga murah pakai olinya murah juga, paling salahnya itu aja sih," ungkap Wandi supervisor bengkel Ban Oli Service (BOS) cabang Jatimurni, Pondok Melati, Bekasi.

"LCGC kan dia membutuhkan oli yang lebih encer kan, otomatis kalau oli yang lebih encer merupakan oli yang bagus-bagus, biasa kita kasih rekomendasi nggak hanya 0W - 20, tapi masih bisa juga 5W- 30," jelasnya.



Kedua adalah penggunaan bahan bakar, seperti yang sudah diketahui kalau mobil LCGC disarankan untuk menggunakan bahan bakar beroktan 92 atau sekelas pertamax.

"Terus dia (LCGC) ada minimum oktannya juga kalau nggak salah, minimal apa 92? pertamax, bukan pertalite, masih banyak juga rata-rata pakai premium juga," kata Wandi.



"Mesin itu sudah diciptakan sebelum diriset apa segala macem, membutuhkan oli dan batas minimum bahan bakar harus sesuai," tambahnya.

Ketiga jangan malas membawa mobil ke bengkel untuk tetap menjaga performa mobil tetap ciamik. Karena pengguna bisa mendeteksi lebih dini kerusakan yang akan terjadi pada komponen dengan curhat kepada mekanik sehingga diharapkan tidak melebar ke part yang lainnya.

"Perawatannya setiap penggantian oli, kalau ke bengkel BOS ini setiap kunjungan ada yang namanya ceklist 58, akan selalu di kontrol dari mulai tekanan ban sampai seluruhnya oli-oli, nah biasanya setelah dicek kondisi pasti prima, kalaupun ada masalah pasti akan disampaikan ke kostumer, " ungkap Wandi.

Agar lebih safety berkendara, pengguna diharapkan selalu mengontrol tekanan angin pada ban mobil. Karena bila tidak sesuai akan mempengaruhi beban kerja mesin mobil dan efisiensi bahan bakar.

"Kalau untuk pribadi dia harus tau dulu kondisi kendaraannya, seperti tekanan angin sesuai yang sudah ada spek di mobilnya masing-masing," pungkasnya. (lth/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed