Kamis, 11 Okt 2018 12:36 WIB

Biasa Pakai Pertamax Lalu Ganti Pertalite, Apa Efeknya?

Dina Rayanti - detikOto
Petugas SPBU mengisi bensin di mobil Innova (Foto: Agung Pambudhy) Petugas SPBU mengisi bensin di mobil Innova (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terus naik bukan tidak mungkin membuat orang beralih untuk menggunakan bensin dengan harga lebih terjangkau.

Padahal biasanya kendaraan tersebut menggunakan BBM beroktan tinggi yang notabene lebih bagus untuk performa mesin. Misalnya saja biasanya Otolovers menggunakan Pertamax namun karena harganya naik justru beralih ke Premium atau Pertalite.


Tindakan tersebut sebenarnya tidak direkomendasi. Melansir Wral, Kamis (11/8/2018), pakar otomotif tidak menyarankan seseorang untuk melakukan downgrade BBM pada kendaraannya. Para ahli itu menyebut secara keuangan memang pengeluaran lebih hemat saat ini, namun efeknya baru terasa nanti.

Dalam jangka pendek memang uang yang dikeluarkan Otolovers untuk membeli bensin bakalan lebih hemat. Tetapi harus diingat juga jangka panjangnya. Bisa-bisa mesin rusak dan biaya yang dikeluarkan berkali-kali lipat lebih besar.

"Mobil akan mulai ngelitik. Suaranya mesin akan berisik dan akselerasinya tidak maksimal. Mobil tidak merespon sebagai mana mestinya," ujar salah satu pakar otomotif di Amerika Steven Lewis.


Mengisi bensin dengan oktan lebih rendah daripada biasanya memang tidak dilarang hanya saja sebaiknya dihindari demi keawetan mesin. Mobil-mobil zaman now kebanyakan sudah didesain untuk meminum bahan bakar dengan oktan tinggi demi menunjang performa mesin.

Tidak menggunakan bahan bakar dengan oktan sesuai dengan rekomendasi pabrikan juga membuat kerja mesin tidak maksimal. Itulah terkadang yang membuat efisiensi BBM tidak sesuai dengan data yang dikeluarkan pabrikan. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed