Kamis, 11 Okt 2018 11:42 WIB

Mobil LCGC Memang Harusnya Minum Bensin Oktan 92

Dina Rayanti - detikOto
Mobil LCGC diisi oktan di bawah 92. Foto: Ridwan Arifin Mobil LCGC diisi oktan di bawah 92. Foto: Ridwan Arifin
Jakarta - Mobil murah atau biasa disebut Low Cost Green Car (LCGC) tak disarankan untuk minum bensin sembarangan. Buat Otolovers yang belum tahu, mobil-mobil di segmen LCGC harus memenuhi aturan termasuk ketentuan BBM.

Dalam aturan Peraturan Menteri Perindustrian No. 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau salah satunya tertulis 'Ketentuan jenis BBM, juga harus memenuhi spesifikasi minimal Research Octane Number (RON) 92 untuk motor bakar cetus api dan Cetane Number (CN) 51 untuk diesel'.


Namun sayangnya ketentuan tersebut tidak digubris para pemilik mobil. Masih sering ditemukan mobil LCGC mengisi mobilnya dengan bensin beroktan di bawah 92. Mobil pun masih bisa berjalan dengan normal walaupun bensinnya tidak diisi sesuai rekomendasi pabrikan.

Memang ketentuan dalam aturan Permenperin itu tidak mengikat dan mewajibkan LCGC harus diisi bensin beroktan 92. Sehingga wajar saja kalau banyak yang menghiraukannya.


Dalam dunia bahan bakar, bensin dengan kadar oktan 92 memang termasuk ke dalam golongan bensin premium. Jangan salah arit, premium di sini bukanlah jenis BBM seperti yang ada di Indonesia, melainkan tingkatnya. Di luar negeri, bensin yang termasuk golongan premium kadar oktannya minimal 92.

Mengisi bensin dengan oktan yang disarankan oleh pabrikan atau lebih tinggi justru memiliki manfaat tersendiri. Mengutip True Car Adviser, performa mobil bisa lebih maksimal kalau bahan bakar beroktan tinggi.




Tonton juga 'BUMN Tak Tahu Rencana Kenaikan Harga Premium':

[Gambas:Video 20detik]

(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed