Rumor itu mencuat di negara-negara Benua Biru yang mengalami peningkatan suhu hingga 30 derajat Celcius.
Di Inggris misalnya, adanya gelombang panas yang menyebabkan suhu naik hingga 30 derajat celcius dikatakan menjadi sebab lima mobil terbakar secara tiba-tiba saat sedang mengisi bensin di suhu panas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir The Sun, Selasa (9/10/2018), rumor tersebut sepenuhnya salah.
Para ahli membantah tidak ada hubungan yang bisa menyebabkan mobil terbakar saat diisi bensin suhu panas.
"Rumor tersebut tidak benar," bantah para ahli.
Sistem bahan bakar pada kendaraan sudah didesain untuk bisa menampung uap yang berasal dari bahan bakar. Dan itu tidak berisiko untuk menimbulkan ledakan.
Otolovers tak perlu takut untuk mengisi bensinnya di siang hari. Justru yang berbahaya adalah membiarkan tangki hampir kosong dengan terus mengendarai mobil. Para ahli itu menyebut semua mobil sudah melakoni tes di suhu ekstrem sekalipun. Baik itu sangat panas ataupun sangat dingin.
Yang berbahaya dari suhu panas justru komponen -komponen pada mobil yang rentan rusak karena keseringan dikendarai di bawah terik matahari. Mesin dan pendingin bakal bekerja lebih keras ketika mobil dikendarai di bawah suhu panas.
Ada baiknya Otolovers rajin untuk mengecek atau mengganti oli serta mengisi pendingin agar mobil tetap prima. (dry/ddn)











































Komentar Terbanyak
Viral Konvoi Fortuner-Alphard Masuk Area CFD, Ini Arti Pelat Nomor ZZ
Tarif Parkir Mobil di Jakarta Diusulkan Rp 60 Ribu/Jam, Pramono Bilang Begini
Iritnya Motor Matik Terbaru Honda, Jakarta-Bandung Cukup 2 Liter Bensin