Senin, 08 Okt 2018 09:37 WIB

Meski Murah, LCGC Tak Boleh Pakai Bensin dan Oli Sembarangan

Ridwan Arifin - detikOto
Toyota Calya, Foto: Rangga Rahadiansyah Toyota Calya, Foto: Rangga Rahadiansyah
Jakarta - Mobil Low Cost Green Car (LCGC) sudah menjadi primadona masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah Toyota Calya yang sempat menyalip penjualan Avanza.

Meski harganya terjangkau, perawatan mobil LCGC seperti Cayla sebenarnya sama dengan yang lainnya. Tetapi ada yang perlu diperhatikan nih Otolovers, ternyata penggunaan oli dan bahan bakar tidak boleh sembarangan.



Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Teknik Astrido, Kurniawan. Ia mengatakan pemilihan bahan bakar dan oli haruslah sesuai dengan anjuran pabrikan yakni oli dengan SAE 0W-10.

"Untuk bahan bakar perlu dipastikan sesuai dengan standarnya karena RON standar LCGC emang 92 kan," ucap Kurniawan.



Memang kualitas kebersihan bahan bakar dengan oktan di bawah yang dianjurkan pabrikan sering kali menyebabkan mobil dengan kompresi tinggi akan rusak dalam jangka panjang. Sehingga berpotensi menggesek ruang silinder dan menekan crankshaft. Akibatnya cukup fatal untuk jangka panjang, seperti silinder, piston, katup dan crankshaft yang akan cepat rusak.

Hal tersebut juga senada dengan yang dikatakan oleh Ketua Umum KTCI Sapto Prayitno. "Memang peruntukkannya RON 92, kompresi mesinnya tinggi kan, kemudian lebih irit malahan, karena pembakaran lebih cepat dan nggak banyak makan bahan bakar," ungkapnya. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed