Ekspor mobil Toyota buatan Indonesia dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) sudah dilakukan mulai 1987. Pada saat itu PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) hanya mengirimkan 50 unit Kijang Generasi ketiga (Kijang Super) tiap bulan ke Brunei Darussalam.
Awal September ini Toyota tercatat sudah 30 tahun mengekspor kendaraan buatan Indonesia dengan angka pengiriman kendaraan mencapai 1 juta unit. Ekspor mobil Toyota buatan Indonesia mulai mendapatkan momentum kenaikannya pada tahun 2004 terutama sejak berjalannya proyek Innovative Multi-purpose Vehicle (IMV). Saat itu mobil mobil rakitan anak bangsa, seperti Innova digemari orang luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TMMIN terpilih menjadi basis produksi Kijang Innova, memberikan peluang yang besar buat ekspansi ke pasar global, selain memenuhi kebutuhan pasar domestik. Volume ekspor Toyota Indonesia kemudian melesat menjadi 7.000 unit per tahun. Kijang Innova dan Avanza juga berhasil di kapalkan ke beberapa negara di Asia pada saat itu.
Seiring bertumbuhnya kapabilitas industri otomotif Indonesia, aktivitas ekpor Toyota Indonesia menjadi lebih baik. Sehingga pada 2013, Toyota Fortuner, Rush, dan Lite Ace/Town Ace bergabung dengan Kijang Innova dan Avanza untuk dikapalkan ke kawasan Asia, Pasifik, Afrika, Amerika Latin, dan Timur Tengah (lebih dari 70 negara).
Baca juga: Jokowi Kejar Toyota Sampai Jepang |
Langkah itu berbanding lurus dengan jumlah ekspor tahunan Toyota Indonesia yang masuk ke angka 100.000 unit per tahun. Ini sekaligus menjadikan merek Toyota sebagai penyumbang volume ekspor terbesar di Indonesia, sampai 80 persen dari total ekspor kendaraan untuh produksi Indonesia.
Di tahun 2017 lalu, total volume ekspor CBU merek Toyota mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah kegiatan ekspor di Indonesia yakni mencapai 199.000 unit/tahun. Ini makin membuka optimisme baru, produk anak bangsa bisa dikirim ke mancanegara sebanyak 200.000 unit per tahun.
"Merupakan sebuah kebanggaan bagi kami untuk bisa memberikan sumbangsih nyata bagi perkembangan bagi perkembangan industri otomotif Indonesia. Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan pemerintah Indonesia sehingga capaian ini bisa terwujud dengan baik. Harapan kami dukungan ini semakin besar sehingga bisa mempertingkatkan kegiatan ekspor," kata Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur TMMIN.
Simak video Bus Buatan Lokal Ini Sudah Diekspor Ke Fiji
(ruk/ddn)












































Komentar Terbanyak
Kenapa SIM Mati Telat Sehari Harus Bikin Baru?
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Sudah Ditolak tapi BGN Bisa Beli Motor Listrik? Purbaya Akui Kebobolan