Kamis, 13 Sep 2018 09:04 WIB

Dolar Meroket, Toyota Masih Kuat Tahan Harga

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Logo mobil Toyota (Foto: Ari Saputra) Logo mobil Toyota (Foto: Ari Saputra)
Singapura - Dolar yang perkasa terhadap rupiah akan menyebabkan kenaikan harga-harga barang atau komponen mobil. Namun Toyota belum menaikkan harga mobilnya gara-gara faktor dolar ini.

Menurut PR Manager PT Toyota-Astra Motor Rouli H Sijabat, Toyota memang tahun ini sudah 2 kali menaikkan harga mobilnya, namun itu bukan karena dolar yang meroket.

"Harga masih bertahan, kami selalu wait and see, melihat 3 bulan ke depan," ujarnya seperti dilaporkan wartawan detikOto Dadan Kuswaraharja dari Park Hotel, Singapura, Rabu (12/9/2018) malam.




Toyota baru menaikkan harga mobil di awal tahun dan di pertengahan tahun tepatnya di bulan Juli. "Itu karena faktor BBN (Bea Balik Nama) dari pemerintah saja, semua (produk) naik Rp 150 ribu sampai Rp 1 juta," ujarnya.

"Dan Innova naik harga di bulan Agustus karena ada penambahan fitur audio," ujarnya.



Dalam memutuskan harga kendaraan, Toyota sebelumnya selalu melakukan survei ke pasaran mengenai berapa harga yang masih sanggup diterima oleh konsumen dan kemudian melakukan kebijakan soal harga atau komponennya.

"Contohnya dulu waktu Dyna, mereka merasa suku cadangnya kemahalan, kami menyiapkan suku cadang khusus namun dengan garansi yang sama," ujarnya.

(ddn/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed