Rabu, 15 Agu 2018 18:09 WIB

Masyarakat Malaysia Ada yang Tak Setuju Punya Mobnas Lagi

Ridwan Arifin - detikOto
Mobil Nasional Indonesia Foto: Istimewa/detikOto Mobil Nasional Indonesia Foto: Istimewa/detikOto
Jakarta - Proyek Mobnas ketiga Malaysia hendak dirampungkan pada tahun 2020, tetapi ada sebagian masyarakat Malaysia menginginkan PM Mahathir Mohamad untuk mengkaji ulang mimpi besarnya itu.



Soal kerjasama dengan produsen Jepang bersama Mitshubishi yang melahirkan Proton. "Dia harus ingat bahwa Proton bekerja sama dengan Mitsubishi Motors Jepang untuk memanfaatkan pengetahuan teknisnya. Tetapi Mitsubishi hanya menggunakan Proton untuk memproduksi dan memasarkan model Mitsubishi sendiri di Malaysia, tanpa transfer teknologi sama sekali," tulis pembaca freemalaysiatoday, Koon Yew Win dilansir Rabu (15/08/2018).

Seperti yang sudah diketahui, Pemerintah Malaysia hendak menjalin kerja sama dengan produsen Jepang lagi, yakni Toyota dan Nissan.



Koon mengatakan bahwa Toyota dan Nissan merupakan korporasi besar, tujuan utamanya adalah keuntungan. Mereka akan mengajari kita bagaimana membuat segalanya kecuali mesin dan transmisi yang harus dibeli dari mereka.

Dikalangan politikus pun, kritik mobnas ketiga juga mendapat perhatian. Rafizi Ramli, Wakil Presiden Keadilan Rakyat. Ia mempertanyakan seberapa penting proyek tersebut dan meminta dikaji ulang.

"Penjualan kendaraan tahunan Malaysia hanya di bawah 600.000 unit, tidak mewakili skala ekonomi yang dibutuhkan untuk produksi," ungkap Rafizi seperti yang ditulis paultan.org.



Diberitakan detik.com sebelumnya, kemungkinan besar ambisi mobnas ketiga ini adalah bentuk titik balik PM Mahathir Mohamad untuk mengobati luka lama setelah kehilangan Proton dan merebut kembali dari tangan Geely.

"Kalau saya tidak bisa mendapatkan Proton kembali, ide saya adalah membuat perusahaan otomotif baru," kata Mahathir mengutip Free Malaysia Today, Jumat (11/05/2018)

"Itu dilakukan mengingat dengan membangun mobil nasional dapat membuat pengetahuan dan kemampuan teknik masyarakat kami semakin berkembang. Banyak perusahaan komponen dan suku cadang juga terlibat dalam pembuatan mobil Proton sehingga membuka kesempatan baru bagi mereka," ungkapnya. (lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed