Soal kerjasama dengan produsen Jepang bersama Mitshubishi yang melahirkan Proton. "Dia harus ingat bahwa Proton bekerja sama dengan Mitsubishi Motors Jepang untuk memanfaatkan pengetahuan teknisnya. Tetapi Mitsubishi hanya menggunakan Proton untuk memproduksi dan memasarkan model Mitsubishi sendiri di Malaysia, tanpa transfer teknologi sama sekali," tulis pembaca freemalaysiatoday, Koon Yew Win dilansir Rabu (15/08/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koon mengatakan bahwa Toyota dan Nissan merupakan korporasi besar, tujuan utamanya adalah keuntungan. Mereka akan mengajari kita bagaimana membuat segalanya kecuali mesin dan transmisi yang harus dibeli dari mereka.
Dikalangan politikus pun, kritik mobnas ketiga juga mendapat perhatian. Rafizi Ramli, Wakil Presiden Keadilan Rakyat. Ia mempertanyakan seberapa penting proyek tersebut dan meminta dikaji ulang.
"Penjualan kendaraan tahunan Malaysia hanya di bawah 600.000 unit, tidak mewakili skala ekonomi yang dibutuhkan untuk produksi," ungkap Rafizi seperti yang ditulis paultan.org.
Diberitakan detik.com sebelumnya, kemungkinan besar ambisi mobnas ketiga ini adalah bentuk titik balik PM Mahathir Mohamad untuk mengobati luka lama setelah kehilangan Proton dan merebut kembali dari tangan Geely.
"Kalau saya tidak bisa mendapatkan Proton kembali, ide saya adalah membuat perusahaan otomotif baru," kata Mahathir mengutip Free Malaysia Today, Jumat (11/05/2018)
"Itu dilakukan mengingat dengan membangun mobil nasional dapat membuat pengetahuan dan kemampuan teknik masyarakat kami semakin berkembang. Banyak perusahaan komponen dan suku cadang juga terlibat dalam pembuatan mobil Proton sehingga membuka kesempatan baru bagi mereka," ungkapnya. (lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?