Sabtu, 28 Jul 2018 12:09 WIB

Bentuk Kepedulian Toyota pada Dunia Pendidikan

M Luthfi Andika - detikOto
Toyota coba berpartisipasi aktif dengan menggelar program Kaizen Goes to School 2018 Foto: dok. Toyota Toyota coba berpartisipasi aktif dengan menggelar program Kaizen Goes to School 2018 Foto: dok. Toyota
Jakarta - Sadar akan pentingnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam industri otomotif. Toyota coba berpartisipasi aktif dengan menggelar program Kaizen Goes to School 2018.

Seperti rilis yang diterima detikOto, Sabtu (28/7/2018), tercatat ada 44 SMK yang ikut berpartisipasi dalam program Kaizen Goes to School 2018.



Selanjutnya dikatakan sejalan dengan semangat Toyota 'Let's Go Beyond' dan 'Toyota Berbagi', TAM berpartisipasi aktif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik di lingkungan internal perusahaan maupun lingkungan masyarakat di sekitarnya. Peningkatan kualitas sumber daya dilakukan Toyota melalui Quality Control Circle (QCC), yang lahir dari nilai dasar budaya perusahaan Toyota Way yaitu Respect for People dan Continuous Improvement (Kaizen).

Di tahun 2018, TAM kembali menyelenggarakan Kaizen Goes to School (KGTS) sebagai wujud partisipasi aktif perusahaan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di dunia pendidikan

"Selama ini, Respect for People diwujudkan dengan adanya keleluasaan bagi setiap karyawan Toyota untuk berperan aktif dalam memberikan ide perbaikan di perusahaan, sedangkan Continuous Improvement (Kaizen) diwujudkan melalui perbaikan terus-menerus oleh seluruh komponen perusahaan di seluruh lini operasional, baik di bidang produksi maupun administrasi." Kata Executive General Manager PT TAM Fransiscus Soerjopranoto.



Sejak tahun 2014, TAM melaksanakan kegiatan pelatihan nilai-nilai Kaizen ke dunia pendidikan, dengan adanya Laboratorium Kaizen di SMK Al Muslim Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Selama beberapa tahun ini, TAM melakukan soft skill training dan pendampingan bagi guru yang bertugas untuk mengajarkan nilai-nilai Kaizen kepada para siswa.

Melalui KGTS ini, para guru dan siswa dirangsang untuk menjadi lebih sadar terhadap problematika yang ada di sekitarnya. Misalnya saja, masalah keterlambatan mengumpulkan PR, mengurangi jumlah siswa yang remedial, berhemat air, kertas, dan listrik, mengurangi limbah plastik, dan program lingkungan lainnya yang secara riil dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh mereka.

Pada tahun ini, TAM bersama-sama dengan Duta KGTS menyusun perangkat pembelajaran dan juga melakukan pelatihan dan pendampingan khusus kepada para guru dari 44 SMK di wilayah Bekasi dan Bogor, Jawa Barat. Diharapkan para guru tersebut akan mengajarkan nilai-nilai Kaizen kepada para siswa.

"Kami ingin semangat Kaizen yang setiap waktu dapat kami gunakan di Toyota untuk meningkatkan produktivitas baik waktu maupun hasil dapat juga digunakan di sekolah-sekolah Indonesia," ucap Nanang Susminarto, Deputy Division Head SPLD - TAM.

Program kali ini diikuti oleh 44 Sekolah Menengah Kejuruan di wilayah Kabupaten Bekasi dan Bogor, Jawa Barat.

Diantaranya SMK Bina Prestasi, SMK Bina Mitra, SMK Gelora Industri, SMK Talenta Bangsa, SMKN 1 Cikarang Selatan, SMK Ananda Bekasi, SMK Abdi Negara 2 Cibarusah, SMKN 1 Cikarang Barat, SMKN 1 Cikarang Utara, SMK Hs Agung, SMK Laboratorium Global, SMKN 1 Cikarang Pusat, SMK 11 Maret, SMKN 1 Setu, SMK Al Muslim, SMK Gema Nusantara, SMK Telesandi, SMK Al Amin Cibarusah, SMK Yadika 8, SMK Hijau Muda, SMK Tridaya Sakti Bekasi, SMKN 1 Tarumajaya, SMK Mitra Industri, SMK Tunas Teknologi, SMK Puja Bangsa, SMK Mandalahayu Bekasi, SMK Garuda Nusantara, SMK 10 November, SMK Smart Bekasi, SMK Yapin 02 Setu.



Selanjutnya SMK It Nurul Qolbi, SMK Ananda Mitra Industri Deltamas, SMK It Fitrah Hanniah, SMK Islam Al Amin, SMKN 1 Tambelang, SMK Yapin Bekasi, SMKN 1 Pebayuran, SMKN 2 Cikarang Barat, SMK Wikrama Bogor, SMK Informatika Pesat, SMK Taruna Andhiga, SMK Bina Sejahtera 2, SMK Analis Kimia Nusa Bangsa, SMK It An Naba.

"Kami berharap para peserta didik dalam program ini akan memiliki bekal yang cukup berupa soft skill problem solving, di mana manfaatnya diharapkan tidak hanya dirasakan ketika mereka bergabung dengan dunia industri dan usaha, melainkan juga dirasakan manfaatnya oleh sekolah dan masyarakat di sekitarnya," tutup Soerjopranoto. (lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed