Kamis, 26 Jul 2018 10:41 WIB

Dolar Ngamuk Bikin Importir Mobil Mewah 'Berdarah-darah'

Akfa Nasrulhak - detikOto
Meski dolar mengamuk, Prestige Image Motorcars tetap mengimpor mobil mewah edisi terbatas. Foto: Pradita Utama Meski dolar mengamuk, Prestige Image Motorcars tetap mengimpor mobil mewah edisi terbatas. Foto: Pradita Utama
Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah. Hal itu memiliki dampak yang cukup berat termasuk bagi pengusaha importir mobil mewah yang memiliki harga selangit.

Dengan dolar yang terus mengamuk, mobil mewah tambah mahal harganya. Importir mobil mewah mengeluh tambah susah jualnya.

Presiden Direktur Prestige Image Motorcars, Rudy Salim, menanggapi terkait masalah nilai tukar rupiah tersebut. Ia sendiri merasakan beratnya dampak dari melemahnya rupiah, hingga bisa dibilang perjuangan untuk mendatangkan mobil impor mewah dengan berdarah-darah.



"Tinggal muntah darah aja, untung darahnya nggak habis-habis," kata Rudy di sela-sela acara peluncuran mobil Laborghini di kawasan Pluit, Jakarta, Rabu (25/7/2018) sore kemarin.

Namun Rudy juga berharap pemerintah bisa mengatasinya dengan berbagai kebijakannya untuk membuat ekonomi yang stabil. Karena menurutnya, dampak dari pelemahan rupiah yang anjlok tersebut bukan hanya dari dunia otomotif tentunya, bahkan lebih luas daripada itu.

"Semoga bisa dengan pemerintahan yang sekarang buat suasana lebih baik lagi. Saya rasa bukan hanya otomotif, dunia apa pun berat, jadi itu sudah tidak terelakkan kita hanya bisa jalanin," harap Rudy.



Dari kondisi ekonomi yang lesu tersebut, tidak membuat Rudy berputus asa. Ia juga menyampaikan semangatnya untuk tetap terus mendatangkan produk-produk mobil mewahnya agar dapat meningkatkan peminat-peminat baru atas munculnya berbagai produk unggulan seperti mobil supercar atau sport.

"Tapi semakin kita nggak masukin produk baru, semakin kita nggak inovasi, udah lesu tambah lesu. Jadi udah lesu kita jangan tidur, udah lesu justru kita munculkan produk-produk baru semoga bisa menjadi stimulan meningkatkan banyaknya peminat-peminat baru," pungkasnya. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed