Sabtu, 21 Jul 2018 11:13 WIB

Trik Biar Mobil Tidak Terbakar Seperti Mobil Neno Warisman

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Foto: Mobil Neno terbakar (ist) Foto: Mobil Neno terbakar (ist)
Jakarta - Mobil Neno Warisman, sebuah mobil Daihatsu Xenia terbakar di depan rumahnya Kamis (19/7/2018) malam. Banyak penyebab mobil bisa terbakar sendiri.

"Bukan dibakar tapi terbakar di depan rumah, pukul 24.00 WIB, Kamis malam," ucap Neno Warisman mengonfirmasi kabar yang berseliweran yang menyebutkan mobilnya dibakar pihak tak bertanggung jawab saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (21/7/2018).



Mobil terbakar bisa terjadi karena banyak hal, tidak terjadi di satu kondisi tertentu. Entah itu sedang diparkir, sedang jalan atau ketika kecelakaan terjadi.

Ada beberapa faktor penyebab munculnya api di kendaraan mulai dari bahan bakar atau bahan yang mudah terbakar, sumber api atau pematik hingga oksigen.

Penyebab pertama bisa dari oli. Pada dasarnya, karakteristik oli mudah terbakar jika terkena sumber panas. Tetesan oli terpercik ke mesin yang kondisinya panas yang pada akhirnya memicu timbulnya api. Kemudian hal lain adalah sekat/seal oli rusak. Hal ini menyebabkan oli merembes dan merambat ke bagian mesin kendaraan sehingga berpotensi terbakar.



Jika oli kendaraan tidak diganti secara rutin, maka dapat berdampak pada berkurangnya viskositas/kekentalan oli yang mengakibatkan mesin cepat panas, aus dan berpotensi terjadi kebakaran kendaraan ketika terpercik.

Penyebab kebakaran yang paling umum selanjutnya adalah korsleting di kendaraan. Korsleting bisa terjadi kalau ada instalasi kabel yang tidak standar/tidak sempurna pada saat pemasangan aksesoris kelistrikan tambahan sehingga dapat menyebabkan kebakaran. Contohnya pemasangan kabel yang salah saat memasang foglamp.

Kebocoran selang atau tangki bahan bakar di area engine kendaraan juga berpotensi menyebabkan terjadinya kebakaran kendaraan.

Kualitas bahan bakar yang tidak bagus juga mengakibatkan tidak sempurnanya pelepasan gas buang kendaraan sehingga masih menyisakan kotoran yang tertinggal dan tersumbat di exhaust system. Kotoran tersebut dapat ikut terbakar jika kondisi kendaraan sedang berjalan dimana exhaust sedang dalam keadaan panas.

Mencegah mobil terbakar

angan pernah memarkir kendaraan di dekat area sumber api. Karena, ditakutkan sumber api yang berada di dekat mobil ini bisa jadi pemantik api ke mobil kita atau menjadi penyebab masalah yang menyebabkan kebakaran.

Pastikan ruang mesin terbebas dari benda asing yang mudah terbakar. Jangan sampai ada kain/lap, kertas ataupun plastik yang tertinggal di sekitar mesin. Sebab benda-benda itu ditakutkan akan terbakar karena panasnya mesin atau membuat komponen di dekatnya jadi lebih panas dari kondisi semestinya yang berujung pada kebocoran dan membuat kebakaran.

Pastikan kalau anda tidak membawa kemasan yang berisi bahan yang mudah terbakar di dalam kendaraan anda. Contohnya bensin atau kaleng beraerosol misalnya cairan semprot pembersih kendaraan, obat nyamuk semprot dan lain-lain di dalam kendaraan.

Pastikan pemasangan aksesoris kelistrikan dilakukan dengan sempurna dan standar oleh teknisi ahli di bidangnya. Kalau bisa, sebaiknya gunakan genuine part dan dilakukan di bengkel resmi.

Mobil harus rutin diservis oleh mekanik yang terlatih secara profesional. Mobil yang terawat dengan baik cenderung lebih aman dari risiko terbakar.

Jika Anda menemukan atau melihat ada kebocoran sehingga mobil tidak berjalan dengan benar, segera periksa dan perbaiki untuk menghindari risiko mobil terbakar.

Kenali tanda-tanda bahaya. Misalnya kabel yang longgar atau rusak, oli atau cairan lainnya yang bocor, penutup bahan bakar, oli atau cairan lainnya yang tidak tertutup dengan sempurna, serta terjadi perubahan yang cepat pada tingkat bahan bakar, cairan atau suhu mesin.

Jika Anda harus mengangkut bahan bakar dengan menggunakan mobil, bawa bahan bakar itu dalam jumlah kecil dan bisa disegel. Biarkan jendela tetap terbuka untuk ventilasi.

Tabung gas atau propana silinder tidak boleh diangkut di kompartemen penumpang. Jangan sekali-kali memarkir mobil di tempat yang mudah terbakar.

Karenanya, pastikan melakukan service kendaraan secara rutin untuk mengecek dengan teliti bahwa sistem aliran bahan bakar (hose, tube) atau tangki bahan bakar dalam keadaan baik yakni tidak bocor atau pun retak, juga pengencangan clamp (penjepit/klem) sehingga selalu dalam keadaan baik dan pada posisi benar.


(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed