Selasa, 17 Jul 2018 14:50 WIB

Tak Semoncer LCGC, Jualan Kwid di RI Sesuai Harapan Renault

Dina Rayanti - detikOto
Renault Kwid Foto: Rangga Rahadiansyah Renault Kwid Foto: Rangga Rahadiansyah
Jakarta -

[Gambas:Video 20detik]



Harga mobil murah bisa jadi salah satu pertimbangan sebelum orang membeli mobil. Kalau harga jualnya kemahalan tak jarang juga banyak konsumen yang protes namun tetap membeli mobil tersebut.

Namun harga murah tak menjamin mobil bakalan laris di pasaran. Misalnya saja Renault Kwid. Mobil merek Eropa yang dibuat di India kemudian didatangkan ke Indonesia ini memiliki harga jual sedikit lebih murah dari LCGC terlaris Agya-Ayla.


Kwid saat peluncuran dijual dengan harga Rp 117,7 juta tahun 2016, lebih murah dari si kembar Agya-Ayla yang kala itu mencapai RP 125-130 jutaan.

Betul saja, harga murah itu tidak membantu penjualan Kwid di Indonesia. Melirik data wholesales (dari pabrik ke dilier) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang semester satu tahun 2018, hanya ada 43 unit Kwid yang terjual.

Bagai langit dan bumi, Si Kembar Agya-Ayla dijual hingga belasan ribu unit. Agya misalnya sepanjang Januari-Juni sudah terjual sebanyak 13.727 unit sementara Ayla 13.376 unit.

Pihak Renault Indonesia pun menyampaikan hal itu masih sesuai dengan ekspektasi Renault untuk mobil murahnya itu.

"Sejauh ini masih," tutur Sales & Marketing Division Head Renault Indonesia, Ario Soerjo saat dihubungi detikOto, Selasa (17/7/2018).

Mungkin fitur keamanan yang kurang lengkap juga menjadi perhatian masyarakat Indonesia sehingga enggan membelinya. Lembaga pengujian tabrak mobil ASEAN NCAP baru saja merilis hasil uji tabrak Kwid. Jasilnya mobil ini tak mendapatkan bintang sama sekali. Selain itu Kwid di Tanah Air hanya memiliki satu varian saja dengan transmisi manual. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed