Senin, 09 Jul 2018 15:02 WIB

SUV Lebih Berisiko Sebabkan Kematian Pejalan Kaki

Akfa Nasrulhak - detikOto
SUV Termahal Dunia Karlmann King. Foto: Karlmann King
Jakarta - Mobil berjenis SUV ternyata memiliki risiko membunuh pejalan kaki lebih besar ketika terjadi kecelakaan daripada jenis mobil lain. Baru-baru ini di Amerika Serikat (AS), banyak pejalan kaki meninggal dunia dan hal itu disebabkan oleh maraknya mobil jenis SUV.

Diberitakan dari Casrscoop, sebuah penelitian oleh Detroit Free Press dan USA Today Network menunjukkan bahwa kedua jenis kendaraan tersebut dua hingga tiga kali lebih mungkin membunuh pejalan kaki saat kecelakaan dibanding jenis mobil lain. Pemerintah AS dilaporkan telah mengetahui hal ini selama bertahun-tahun, namun tidak dapat berbuat banyak untuk menyelesaikannya.



Jumlah kematian pejalan kaki di AS telah naik 46 persen sejak 2009 lalu. Dalam laporan mengatakan SUV sebagian besar bertanggung jawab atas peningkatan itu. Pada 2016, SUV diklaim bertanggung jawab atas 6.000 pejalan kaki yang tewas di Amerika.

Sebagian besar korban tersebut terjadi di kota-kota besar. Di antaranya kota dengan populasi setidaknya 200 ribu penduduk, Detroit menjadi peringkat yang paling mematikan dengan tingkat kematian pejalan kaki 34,5 orang/100 ribu penduduk.

SUV tidak sepenuhnya disalahkan atas banyaknya pejalan kaki yang terbunuh. Karena hal itu bisa terjadi ketika pejalan kaki menyeberang atau yang terpengaruh minuman alkohol. Sementara sejumlah faktor yang masuk kecelakaan fatal, di antaranya penyeberang jalan dan SUV cukup jelas. Ada beberapa perdebatan tentang jumlah pasti, tetapi Detroit Free Press mengatakan ada peningkatan 69 persen dalam kecelakaan pejalan kaki yang melibatkan SUV antara 2009 dan 2016.

National Highway Traffic Safety Administration menyebutkan adanya hubungan antara laporan tersebut dengan penelitian pada tahun 2015.



"Sekitar sepertiga pejalan kaki yang terluka oleh SUV atau truk pickup, berkaitan erat dengan peningkatan (penjualan) SUV dan pickup di AS. Namun pejalan kaki yang mengalami kecelakaan karena jenis mobil tersebut kemudian meninggal dunia angkanya mencapai 40 persen. Ini menunjukkan cedera yang lebih parah dalam tabrakan dengan kendaraan ini," papar NHTSA.

Dari laporan tersebut lebih lanjut menganalisis dari 12 studi yang berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa pejalan kaki 2-3 kali lebih mungkin terbunuh ketika disambar oleh pikap atau SUV daripada mobil jenis lain.

Hal ini mendorong lembaga tersebut untuk mengusulkan sistem peringkat baru yang memasukkan sistem kendaraan untuk keselamatan pejalan kaki.

Berita itu tidak semuanya buruk karena sejumlah produsen mobil menawarkan sistem bantuan pengemudi lanjutan yang dapat membantu mencegah atau mengurangi kecelakaan dengan pejalan kaki. Ini termasuk peringatan tabrakan depan dan sistem pengereman darurat. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com